Pringsewu (ISN) – 11 April 2025 — Proyek penambalan jalan dengan material sabes di ruas jalan dari Lampu Merah hingga Jalan Raya Pardasuka menuju Makam (452) menuai keluhan warga. Proyek yang dilaksanakan oleh CV Ghandifa Nata Buana dengan pagu anggaran sekitar Rp185.600.000,00 ini diduga dikerjakan secara asal-asalan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Meskipun proyek telah dinyatakan selesai, kondisi di lapangan menunjukkan hal sebaliknya. Penambalan hanya dilakukan di beberapa titik kecil, sementara lubang-lubang besar dibiarkan menganga tanpa perbaikan. Bahkan, material sabes yang digunakan banyak mengandung batu berukuran besar yang menonjol ke permukaan jalan.
“Saya heran, kenapa lubang yang besar malah tidak ditimbun? Malah batu-batu besar dibiarkan begitu saja, seperti batu untuk saluran drainase. Ini bukan memperbaiki, malah membuat jalan tambah berbahaya,” ujar salah satu warga sekitar yang enggan disebut namanya.
Material yang belum digunakan juga masih terlihat menumpuk di tepi jalan, memperparah kesan bahwa pekerjaan ini belum rampung sepenuhnya. Tonjolan batu besar di beberapa titik bahkan dinilai membahayakan pengendara roda dua yang melintas.
Warga menyesalkan sikap pihak pelaksana dan juga pihak Dinas PUPR yang dianggap terlalu mudah menerima hasil pekerjaan yang dinilai tidak sesuai standar kualitas. Mereka berharap ada evaluasi serius terhadap proyek ini sebelum menimbulkan korban lebih banyak lagi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak CV Ghandifa Nata Buana maupun Dinas PUPR terkait keluhan warga.