Intisarinews.co.id – Di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur, pemandangan berbeda justru terlihat di wilayah perbatasan antara Kelurahan Way Kandis, Kota Bandar Lampung, dan Desa Fajar Baru, Kabupaten Lampung Selatan. Pasalnya, Sejumlah warga Dusun 2A Desa Fajar Baru harus bergotong royong membangun jembatan darurat menggunakan batang kelapa dan bambu demi mempertahankan akses penghubung antarwilayah. Suasana haru dan prihatin tampak saat warga memikul batang kelapa serta kayu bambu untuk dijadikan alas penyeberangan. Dengan peralatan seadanya, masyarakat berupaya menjaga agar jalur penghubung tetap bisa dilalui untuk aktivitas sehari-hari. “Miris, di zaman pembangunan yang semakin…
![]()
