Intisarinews.co.id – Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung, Kak Jihan Nurlela, menegaskan pelatih pembina pramuka dituntut lebih adaptif di era digital. Menurutnya, pelatih tidak lagi cukup menguasai metode konvensional, tetapi harus kreatif dan mampu memanfaatkan teknologi dalam proses pendidikan kepramukaan. Hal itu disampaikan dalam sambutan tertulis yang dibacakan Ketua Harian Kwarda Lampung, Kak Riski Sofyan, saat membuka Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD), Minggu (21/6/2026) sore, di Aula Pusdiklatda Lampung. “Pelatih pembina harus menjadi agen perubahan yang mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya. Ia mengatakan, Gerakan Pramuka kini menghadapi…
![]()
