Budaya Anti Korupsi Terus Dilakukan Melalui Berbagai Melalui Berbagai Langkah Edukasi

KOTA METRO, Intisarinews.co.id – Upaya membangun budaya antikorupsi di Kota Metro terus dilakukan melalui berbagai langkah edukasi dan penguatan partisipasi masyarakat. Kesadaran menjaga integritas, keterbukaan, serta kepedulian terhadap penyelenggaraan pemerintahan dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan tata kelola yang bersih.
Semangat tersebut akan diwujudkan melalui Sosialisasi Pendidikan Antikorupsi dan Penguatan Peran Serta Masyarakat yang dijadwalkan berlangsung pada 10 September 2026. Kegiatan ini akan melibatkan Tim Kerja Sosialisasi Antikorupsi KPK RI.
Forum tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyampaian materi mengenai antikorupsi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk mempertemukan pemerintah, aparatur negara, dan masyarakat dalam membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya pencegahan korupsi.
Inisiator kegiatan, Hendra Apryanes, mengatakan terciptanya pemerintahan yang bersih membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak.
“Pemberantasan korupsi bukan hanya menjadi tanggung jawab KPK maupun aparat penegak hukum. Masyarakat juga harus diberikan ruang untuk ikut berperan dalam pencegahan dan pengawasan,” ujar Hendra.
Ia juga berharap seluruh aparatur negara di Kota Metro dapat ikut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran aparatur menjadi salah satu bentuk komitmen untuk memperkuat integritas sekaligus mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Kehadiran aparatur negara menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat integritas dan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Heri Setiawan, S.E., mengatakan berbagai persiapan untuk agenda tersebut terus dilakukan. Ia memastikan sosialisasi antikorupsi bersama KPK RI akan digelar pada 10 September 2026.
“Agenda ini fix akan dilaksanakan pada 10 September 2026. Saat ini tim kerja tengah menyelesaikan tahapan demi tahapan, termasuk berbagai persiapan teknis lainnya demi suksesnya pelaksanaan acara,” ujar Heri.
Sebagai bagian dari persiapan, tim kerja juga akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Metro dan Inspektorat pada Senin, 24 Agustus 2026.
Pertemuan tersebut dilakukan untuk memastikan berbagai tahapan yang telah disusun dapat berjalan sesuai dengan rencana hingga hari pelaksanaan.
Tak hanya menyiapkan kebutuhan teknis, panitia juga akan memperluas penyebaran informasi agar masyarakat mengetahui adanya agenda tersebut. Salah satunya melalui pemasangan billboard dan publikasi di media massa.
“Kami ingin agenda ini diketahui secara luas oleh masyarakat. Karena itu, kami akan membuka ruang informasi melalui billboard dan media massa,” tegas Heri.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai antikorupsi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk ikut berkontribusi dalam upaya pencegahan dan pengawasan.
Sebab, membangun budaya integritas pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang bertugas mengawasi, melainkan tentang bagaimana semakin banyak pihak memiliki kepedulian yang sama terhadap terciptanya pemerintahan yang bersih dan transparan.(“)

Loading

Related posts

Leave a Comment