BANDAR LAMPUNG- Pemerintah Provinsi Lampung mulai memetakan kebutuhan air permukaan di berbagai sektor sebagai langkah menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang dapat memperpanjang musim kemarau dan meningkatkan risiko kekeringan. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan perubahan iklim harus diantisipasi melalui pengelolaan sumber daya air yang terencana dan berbasis data. Menurut dia, ketersediaan air menjadi faktor penting untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus keberlangsungan aktivitas ekonomi di Lampung. “Fenomena El Nino yang terjadi secara berkala telah memberikan dampak terhadap berbagai sektor pembangunan. Debit sungai mulai menurun, embung mengalami penyusutan volume air…
![]()
