Metro, Intisarinews.co.id–(LSM MAJAS) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Metro secara serius menyoroti carut-marut mekanisme pengelolaan anggaran di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Metro yang diduga menjadi ajang bancakan dan praktik korupsi oleh oknum pejabat di lingkungan BPKAD.
Dalam wawancara di kediamannya, Ketua LSM MAJAS Kota Metro, Rio Renaldo, S.H., menyampaikan keprihatinannya terhadap pengelolaan keuangan di BPKAD saat ini yang dinilai berpotensi menghambat program pembangunan di Kota Metro.
Selain itu, LSM MAJAS juga menyoroti adanya dugaan pemecahan anggaran pengadaan barang dan jasa yang sama menjadi puluhan hingga ratusan paket. Dugaan tersebut disinyalir dilakukan untuk menghindari mekanisme tertentu, mengelabui pengawasan, atau sebagai cara untuk mempermudah terjadinya praktik korupsi.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah publik terkait penerapan prinsip efisiensi, efektivitas, dan transparansi dalam pengelolaan anggaran daerah.
“Kami dari LSM MAJAS sudah melayangkan surat resmi, namun hingga saat ini belum ada balasan dari pihak BPKAD,” ujar Rio Renaldo, S.H.
Ia menegaskan, dalam waktu dekat LSM MAJAS berencana melakukan aksi damai untuk menyampaikan persoalan ini secara langsung di muka umum, agar masyarakat mengetahui bahwa Kota Metro yang kita cintai ini tidak sedang baik-baik saja.
Tandasnya. (“)
![]()
