Metro, Intisarinews.co.id–Rosmini (63), warga Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan bergantung pada terapi cuci darah seumur hidup. Didiagnosis gagal ginjal kronis beberapa tahun lalu, Rosmini kini harus menjalani hemodialisis dua kali dalam seminggu. Namun, di tengah perjuangannya melawan penyakit tersebut, Ia tetap bersyukur karena terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Awalnya saya sangat khawatir, karena yang saya tahu biaya cuci darah itu tidak murah, sedangkan pekerjaan sehari-hari saya adalah petani…
![]()
