Malam Jumat Ini Bertepatan Isra Mi,raj

Metro, Intisarinews.co.id–Bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, yang jatuh pada malam 27 Rajab. Momen tersebut menjadi waktu yang dianjurkan bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan doa kepada Allah SWT, mengingat bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang sangat dimuliakan dalam Islam,prihal ini diungkapkan oleh Harpani,di Pondok Pesantren Matlaun -Nur selaku pengurus bidang penelitian dan pengembangan Ponpes Matlaun -Nur Kelurahan Banjar sari Kec.Metro Utara kota Metro Malam jum,at 15/1/2026.
Pani mengajak para santri PP, MN Keutamaan bulan Rajab tidak terlepas dari peristiwa besar Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad saw. Para ulama ahli sejarah memang berbeda pendapat terkait waktu terjadinya peristiwa tersebut. Sebagian ulama menyebut Isra Mi’raj terjadi pada bulan Rajab, sementara pendapat lainnya mengatakan pada bulan Rabiul Awal atau Rabiul Akhir.
Namun, dari berbagai pendapat itu, yang paling kuat menyatakan bahwa Isra Mi’raj terjadi pada malam Sabtu, tanggal 27 Rajab, pada tahun kesepuluh setelah kenabian (nubuwah).
Rajab, Momentum Emas Persiapan Ruhani Menuju Ramadhan.
Wak Pani sapaan akrab bagi para santri PP MN,Sebagai umat Islam, malam 27 Rajab dianjurkan untuk diisi dengan berbagai amaliah ibadah.
Selain memperbanyak shalat dan doa, umat Islam juga dianjurkan membaca sejarah Nabi Muhammad SAW, agar semakin mengenal dan meneladani Rasulullah.
Salah satu amalan yang dapat dilakukan pada malam 27 Rajab adalah membaca doa khusus sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Muhammad bin Abdullah bin Hasan al-Halabi al-Qadiri.
Dalam salah satu kitabnya, beliau menjelaskan bahwa doa yang dibaca pada malam tersebut memiliki khasiat yang sangat luar biasa.
Keutamaan Bulan Rajab dalam Al-Qur’an dan Hadis, Waktu Dimuliakan untuk Memperbanyak Amal yang  Artinya, “Barang siapa yang membaca doa ini pada malam 27 Rajab, kemudian meminta kepada Allah (untuk dipenuhi) kebutuhannya, maka akan dipenuhi kebutuhannya dengan izin Allah.” (Abdullah al-Halabi, Nurul Anwar wa Kanzul Abrar fi Dzikris Shalati ‘alan Nabi al-Mukhtar.
Adapun teks doa yang dianjurkan untuk dibaca pada malam 27 Rajab adalah sebagai berikut
Allāhumma innī as’aluka bi musyāhadati asrāril muhibbīn, wa bil khalwatil latī khashshashta bihā sayyidal mursalīn hīna asraita bihī lailatas sābi’i wal ‘isyrīn an tarhama qalbiyal hazīna wa tujība da’watī yā akramal akramīn.
Artinya, “Ya Allah, dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia orang-orang pecinta, dan dengan kemuliaan khalwat (menyendiri) yang hanya Engkau khususkan kepada pimpinan para rasul, ketika Engkau memperjalankannya pada malam 27 Rajab, sungguh aku memohon kepada-Mu agar Kaumerahmati hatiku yang sedih dan Kau mengabulkan doa-doaku, wahai Yang Maha Memiliki kedermawanan.”
Keutamaan doa tersebut juga dijelaskan oleh Syekh Abdurrahman bin Abdussalam as-Syafi’i (wafat 893 H). Dalam salah satu kitabnya, beliau menyebutkan bahwa siapa saja yang membaca doa ini pada tanggal 27 Rajab, kemudian menyebutkan hajatnya kepada Allah, maka Allah akan mengabulkan segala hajatnya, melapangkan urusannya, dan menghidupkan hatinya ketika hati manusia sudah mulai mati. (Syekh Abdurrahman, Nuzhatul Majalis wa Muntakhabun Nafaiz.
Adapun tata cara pengamalan doa malam 27 Rajab diawali dengan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat sebagaimana shalat sunnah pada umumnya. Pada rakaat pertama dan kedua, setelah membaca surat Al-Fatihah, dianjurkan membaca surat Al-Ikhlas.
Setelah shalat, dilanjutkan dengan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, sebanyak 10 kali. Selanjutnya, doa malam 27 Rajab dibaca, kemudian menyebutkan segala hajat-hajat yang diinginkan kepada Allah SWT. (“)

Loading

Related posts

Leave a Comment