Tiada Rotan, Maka Bentuk Rotan Yang Baru LaGi Untuk Membentuk Generasi Islam yang Tangguh

Intisarinews.co.id–Di tengah gempuran budaya global yang kian deras, kita sering meratapi tergerusnya nilai-nilai keislaman pada generasi muda. Kekhawatiran itu wajar. Namun, meratapi tiadanya “rotan” yang sempurna tidak akan menyelesaikan masalah. Pepatah bijak mengingatkan, “Tiada rotan, akar pun jadi.” Inilah saatnya kita berhenti mencari “rotan” lama dan fokus membentuk “rotan baru” dari “akar” yang kita miliki.
“Rotan” lama—mungkin berupa lingkungan yang sepenuhnya islami atau metode pendidikan monoton—sudah sulit diandalkan. Dunia berubah. Tantangan berubah. Maka, bentuklah “rotan baru” yang lenting namun kuat, yang mampu menyesuaikan zaman tanpa patah akidah.
“Akar” yang dimaksud adalah fondasi keimanan yang kokoh, yang ditanamkan sejak dini dalam keluarga. Iman yang tidak sekadar hafalan, tetapi yang meresap dalam kalbu, terpancar dalam akhlak, dan teruji dalam tindakan. Dari “akar” inilah, kita harus membentuk generasi yang tidak mudah tercabut oleh badai pemikiran.
Membangun generasi tangguh bukan dengan menara gading atau sekadar ceramah. Mereka perlu dilatih dengan keteladanan, diajak bergaul dengan Al-Qur’an, dan dibiasakan menyelesaikan masalah dengan solusi islami. Mereka harus memahami bahwa cinta pada agama bukan berarti menutup diri, tetapi membuka wawasan untuk kemudian mampu membedakan yang hak dan batil.
Orang tua, pendidik, dan masyarakat harus bersinergi. Jadilah “pematung” yang sabar dan visioner. Ukirlah “rotan baru” itu dengan cinta, ilmu, dan keteladanan. Hasilnya, insya Allah, akan lahir generasi yang tidak hanya cinta agamanya, tetapi juga tangguh menghadapi zaman, siap menjadi pewaris peradaban Islam yang gemilang.
Mari kita mulai dari rumah kita, dari hati kita. Karena masa depan Islam tergantung pada “rotan baru” yang kita bentuk hari ini. (“)

Loading

Related posts

Leave a Comment