Intisarinews.co.id – Secangkir kopi dan sebatang rokok menemani perbincangan dengan Pinnur Selalau di warung Kopi ibu Yanti, Minggu (13/9/2026). Pimpinan Redaksi RadarCyberNusantara.Id, itu berbicara tentang sisi lain kehidupan wartawan: tekanan, intimidasi, ancaman kriminalisasi, hingga persoalan sederhana tentang bagaimana bertahan hidup tanpa meninggalkan profesi yang telah menjadi jalan hidupnya. Bagi Pinnur Selalau, menjadi wartawan bukan sekadar mengejar peristiwa lalu menuliskannya menjadi berita. Ada tanggung jawab untuk menjaga suara publik, terutama ketika masyarakat merasa tidak mempunyai ruang untuk menyampaikan persoalannya. “Jadi wartawan jangan takut diintimidasi. Hidup dan mati sudah ada yang mengatur,”…
![]()
