Intisarinews.co.id – Thio Stefanus Sulistio merasa hidupnya hancur akibat proses hukum yang sedang ia jalani. Bukan sekadar soal status tersangka, pria ini mengaku mengalami penzaliman luar biasa dalam kasus dugaan korupsi pengalihan lahan Kementerian Agama di Desa Pemanggilan, Natar, Lampung Selatan. Baginya, kasus yang berakar dari sengketa tahun 1981 ini telah merampas ketenangan hidup dan hak-hak dasarnya sebagai manusia. Tekanan psikologis membekas dalam pada diri Thio sejak dimulainya penggeledahan dan pemeriksaan saksi. Ia menceritakan bagaimana trauma tersebut terbawa hingga ke alam bawah sadar setiap malam. Dalam tidurnya, Thio kerap berteriak…
![]()
