Oleh : Abung Mamasa Pemimpin Redaksi Harian Kandidat Demokrasi tidak diuji ketika rakyat memuji penguasanya. Demokrasi justru diuji ketika penguasa menerima kritik dari rakyatnya sendiri. Dua pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menjadi perdebatan publik, yakni ajakan kepada pihak yang merasa Indonesia suram untuk “mencari negara lain”, serta penyebutan wartawan, jurnalis, pengamat, dan LSM sebagai “londo ireng” dalam konteks adanya pihak yang dianggap melayani kepentingan asing tentunya menimbulkan pertanyaan mendasar yaitu apakah kritik masih dipandang sebagai bagian dari demokrasi, atau mulai dianggap sebagai bentuk permusuhan terhadap negara? Seorang presiden bukan hanya…
![]()
