Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung bersama masyarakat Hindu menggelar acara pelantikan pengurus Lembaga Pengembangan Dharmagita (LPDG) sekaligus pengukuhan pengurus Sabha Kertha dan Majelis Adat Pekraman (MAP) Provinsi Lampung masa bhakti 2025–2030.
Kegiatan ini, berlangsung khidmat di Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, pada Kamis (14/8/2025).
Acara ini dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Achmad Syaifulloh yang mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta sejumlah tokoh dan pejabat daerah. Turut hadir Anggota DPRD Provinsi Lampung I Made Suarjaya, Budhi Condrowati, dan Ketut Rameo. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian tradisi dan pengembangan budaya umat Hindu di Lampung.
Ketua LPDG Provinsi Lampung yang baru dilantik, I Gede Budi Arthana, menyampaikan bahwa LPDG dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Provinsi Lampung.
Ia menjelaskan, Dharmagita berarti “lagu kebenaran” atau nyanyian suci yang bersumber dari kitab suci. Nyanyian ini merupakan bagian dari Panca Gita yang selalu dihadirkan dalam setiap upacara umat Hindu.
“Dharmagita memiliki makna yang sangat penting bagi umat Hindu. Oleh karena itu, keberadaannya harus terus dibina, dilestarikan, bahkan diperlombakan agar generasi muda semakin mengenal dan mencintai tradisi ini,” kata Budi.
Ia mengungkapkan bahwa Festival Dharmagita rutin digelar setiap tiga tahun sekali, dimulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga tingkat nasional. Pada tahun 2024 lalu, Provinsi Lampung berpartisipasi di ajang nasional yang diselenggarakan di Kota Solo dan berhasil membawa pulang 11 medali.
“Jika saja medali emas kami bertambah satu, Lampung bisa menembus tiga besar nasional. Namun, dengan satu emas, kami berada di peringkat delapan besar. Ini tetap menjadi prestasi membanggakan yang harus terus kita tingkatkan,” jelasnya.
Budi menambahkan, target berikutnya adalah meraih peringkat tiga besar pada ajang nasional tahun 2027 yang rencananya akan digelar di Provinsi Maluku. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan persiapan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak.
“Kami memohon dukungan penuh, baik dalam bentuk motivasi maupun pendanaan, dari pemerintah provinsi, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan. Pembinaan Dharmagita tidak bisa berjalan maksimal tanpa adanya sinergi yang kuat,” ujarnya.
Ketua LPDG Provinsi Lampung itu juga menerangkan, bahwa Lampung memiliki potensi besar untuk berprestasi di tingkat nasional, mengingat provinsi ini merupakan daerah dengan jumlah umat Hindu terbesar kedua di Indonesia setelah Bali.
“Berdasarkan data statistik, umat Hindu di Lampung mencapai lebih dari 1,1 juta jiwa. Dengan jumlah umat yang besar, sumber daya manusia yang memadai, serta kerja sama yang solid antar lembaga, saya yakin Lampung mampu bersaing dan meraih hasil terbaik,” tegasnya.
Budi menjelaskan, jika pihaknya mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini.
“Saya selaku Ketua LPDG sekaligus Ketua Panitia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Pelaksanaan di Balai Keratun ini memberikan nilai tersendiri bagi kami, menjadi momentum awal untuk memperkuat komitmen dalam melestarikan Dharmagita dan budaya Hindu di Lampung,” tutupnya.
Diketahui, Acara pelantikan dan pengukuhan ini menjadi tonggak penting bagi LPDG, Sabha Kertha, dan MAP Provinsi Lampung untuk melanjutkan peran strategis dalam pelestarian seni, budaya, dan tradisi umat Hindu, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah di kancah nasional.