Anggota DPRD Pesawaran Fraksi Gerindra, Riza Fahlevi.

Bandar Lampung – Semenjak dilantik sebagai anggota DPRD Pesawaran pada 20 Agustus 2025, nama Riza Fahlevi perlahan dikenal bukan hanya di ruang rapat dewan, tetapi juga di jalan-jalan desa, sudut pasar, serta ruang-ruang kecil tempat warga menyimpan cerita.

Di antara tumpukan dokumen resmi dan rapat-rapat pembahasan anggaran, Riza menyisihkan satu ruang yang ia sebut sebagai “jam mendengar” waktu khusus untuk menampung keluhan warga tanpa sekat formalitas.

Bagi politisi muda dari Fraksi Gerindra itu, menjadi wakil rakyat bukan sekadar hadir saat sidang, melainkan menjemput suara sebelum menjadi aspirasi, dan mengawal aspirasi hingga menjelma kebijakan.

Ia percaya, keputusan besar sering kali lahir dari percakapan kecil yang tulus.

“Ada warga yang datang hanya untuk memastikan jalan dusunnya masuk pembahasan, ada yang curhat soal sekolah anaknya, dan ada ibu yang takut keluhannya dianggap remeh. Di situ saya merasa, tanggung jawab ini bukan tentang jabatan. Ini tentang kepercayaan,” ujar Riza suatu sore, selepas menghadiri musyawarah di sebuah balai desa.

Kerap kali, selepas rapat, Riza tak langsung pulang. Ia mampir ke warung kopi, berbincang dengan petani lada tentang musim panen, mendengar nelayan pesisir bercerita tentang badai, atau sekadar menenangkan warga yang risau kehilangan lahan.

Dari situ ia belajar satu hal warga tidak meminta sesuatu yang besar, mereka hanya ingin suaranya tidak hilang.

Di ruang rapat DPRD, ia membawa cerita-cerita itu sebagai amunisi.

“Anggaran bukan sekadar angka. Di baliknya ada wajah-wajah yang saya temui,” katanya.

Riza sadar, jalan pengabdian masih panjang.

Sementara warga yang ia wakili datang dari latar belakang berbeda, dengan kebutuhan dan keresahan yang tak sama.

Tapi ia memilih langkah yang sederhana mendengar lebih banyak, bekerja lebih keras, berjarak lebih sedikit.

Sebab bagi Riza, dedikasi bukan terukur dari seberapa sering tampil di panggung, melainkan seberapa sering hadir dalam kegelisahan masyarakat yang diwakili.

Dan di situlah ia ingin berdiri di antara suara rakyat dan keputusan dewan menjahit harapan sedikit demi sedikit.

Apresiasi & Harapan Jajaran Redaksi Ontime.id
Atas dedikasi dan komitmen tersebut, jajaran Redaksi Ontime.id menyampaikan apresiasi sekaligus harapan agar semangat pengabdian Riza Fahlevi terus terjaga.

Langkah yang telah dimulai sejak pelantikan pada Agustus lalu menjadi penanda bahwa tugas seorang wakil rakyat tidak berhenti pada sumpah jabatan, tetapi terus bergerak bersama denyut kehidupan masyarakat Pesawaran.

Semoga tahun yang baru membawa ruang pengabdian yang lebih luas, menjahit lebih banyak harapan, serta menjaga suara rakyat tetap terdengar.
“Selamat Tahun Baru 2026.”

 

Loading

Related posts

Leave a Comment