Puskesmas Kebon Jahe Fasilitasi Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis dan Skrining Kesehatan Jiwa Remaja di SMA XAVERIUS PAHOMAN

Intisarinews.co.id — UPT Puskesmas Kebon Jahe melaksanakan kegiatan Fasilitasi Pelaksanaan First Aider Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) di SMA Xaverius Pahoman sebagai salah satu upaya memperkuat kepedulian terhadap kesehatan jiwa remaja di lingkungan sekolah,kegiatan ini memberikan pemahaman kepada peserta bahwa menjadi first aider bukan berarti harus memiliki semua jawaban, melainkan mampu memperhatikan kondisi sekitar, mendengarkan dengan empati, serta membantu menghubungkan seseorang dengan dukungan dan layanan yang tepat ketika dibutuhkan.

 

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis peserta didik dan memahami pentingnya kehadiran yang suportif ketika seorang remaja sedang menghadapi persoalan,pendekatan sederhana berupa kepedulian, kemampuan mendengarkan, dan tidak menghakimi diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, peduli, dan mendukung kesehatan mental peserta didik.

 

Kepala UPT Puskesmas Kebon Jahe, dr. Firdausa Muslima Masita, M.Kes, menyampaikan bahwa perhatian terhadap kesehatan jiwa remaja perlu dilakukan secara bersama-sama, tidak hanya oleh tenaga kesehatan, tetapi juga melibatkan sekolah, guru, teman sebaya, keluarga, serta lingkungan sekitar. Menurutnya, deteksi dan dukungan sejak dini menjadi bagian penting agar remaja yang mengalami permasalahan psikologis dapat memperoleh bantuan sesuai kebutuhannya.

 

Sementara itu, Penanggung Jawab Program Jiwa UPT Puskesmas Kebon Jahe, dr. Ferina Dwi Marinda menjelaskan bahwa kegiatan first aider menjadi salah satu bentuk edukasi untuk meningkatkan kemampuan lingkungan sekolah dalam memberikan respons awal terhadap peserta didik yang membutuhkan dukungan psikologis,First aider diharapkan dapat mengenali tanda-tanda awal, memberikan respons yang tepat, dan mengetahui kapan seseorang perlu diarahkan untuk mendapatkan bantuan dari tenaga profesional.

 

Selain fasilitasi P3LP, UPT Puskesmas Kebon Jahe juga melaksanakan Skrining Kesehatan Jiwa Remaja di Sekolah,kegiatan ini ditujukan untuk mendukung deteksi dini masalah kesehatan jiwa pada remaja tingkat SMA,skrining dilakukan menggunakan instrumen Mini MindHEAR Youth Scale Version 1 (MMYS V.1) sebagai salah satu alat untuk membantu mengidentifikasi kondisi kesehatan jiwa remaja secara lebih dini.

 

Hasil skrining selanjutnya menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut dan dukungan yang sesuai sesuai dengan kebutuhan peserta didik,melalui kegiatan skrining dan intervensi yang tepat, Puskesmas Kebon Jahe berharap remaja semakin peduli terhadap kesehatan jiwa diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.

 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan sekolah yang lebih aman, peduli, dan suportif,sebab, sebuah perhatian sederhana, kemauan untuk mendengarkan, dan keberanian untuk menghubungkan seseorang dengan bantuan yang tepat dapat menjadi langkah awal agar seorang remaja merasa didengar dan tidak menghadapi masalahnya seorang diri.(JML)

Loading

Related posts

Leave a Comment