Atlet Catur PWI Lampung Panaskan Mesin, Latih Tanding dengan Percasi

Intisarinews.co.id – Atlet catur Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung mulai memanaskan mesin menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas).

Persiapan dilakukan melalui latih tanding bersama Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Lampung di Rumah Makan Kapau Lempasing, Pesawaran, Minggu (4/10/2026).

Latih tanding ini menjadi bagian dari pematangan tim sekaligus mengukur kemampuan atlet sebelum menghadapi persaingan di tingkat nasional.

 

Para atlet PWI Lampung mendapat kesempatan menguji kemampuan menghadapi pecatur yang memiliki pengalaman dan jam terbang kompetisi. Selain kemampuan teknis, pertandingan tersebut menjadi ruang untuk mengasah strategi, konsentrasi, pengelolaan waktu, serta mental bertanding.

 

Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah mengatakan, persiapan menuju Porwanas tidak bisa dilakukan secara instan. Atlet yang membawa nama Lampung harus dipersiapkan secara serius agar mampu tampil maksimal.

 

“Latih tanding ini penting untuk melihat sejauh mana kesiapan atlet kita. Kami ingin kontingen PWI Lampung tidak hanya datang untuk berpartisipasi, tetapi benar-benar memiliki persiapan dan target prestasi,” kata Wirahadikusumah.

 

Menurutnya, latih tanding bersama Percasi memberikan pengalaman berbeda bagi atlet karena mereka menghadapi lawan dengan karakter permainan yang beragam.

 

Setiap pertandingan, lanjutnya, harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan sekaligus menyusun strategi yang lebih matang.

 

“Yang paling penting adalah proses. Setiap pertandingan harus menjadi bahan evaluasi. Kami berharap atlet terus menjaga semangat, disiplin berlatih dan tetap fokus,” ujarnya.

 

Sementara itu, Manager Catur PWI Lampung Sujarwo mengatakan, latih tanding tersebut memberikan gambaran lebih objektif mengenai kekuatan dan kelemahan anak asuhnya.

 

“Latih tanding ini bukan cuma mencari menang atau kalah. Kami ingin melihat kemampuan atlet ketika menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda. Dari sini kami bisa mengevaluasi apa yang masih kurang dan apa yang harus diperbaiki,” kata Sujarwo.

 

Ia menuturkan, konsistensi menjadi salah satu fokus utama dalam persiapan tim. Sebab, satu kesalahan kecil dalam permainan catur dapat mengubah jalannya pertandingan.

 

Karena itu, atlet terus didorong meningkatkan kemampuan membaca posisi, menghitung langkah, menyusun strategi, mengatur waktu, dan menjaga konsentrasi hingga pertandingan berakhir.

 

Sujarwo berharap latih tanding dapat dilakukan secara rutin menjelang keberangkatan kontingen. Dengan begitu, atlet tidak hanya semakin matang secara teknis, tetapi juga terbiasa menghadapi tekanan pertandingan.

 

“Kami ingin para atlet semakin percaya diri. Hasil latih tanding akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan strategi dan komposisi tim menghadapi Porwanas,” ujarnya.

 

Selain mengejar prestasi, persiapan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi serta membangun sportivitas antara insan pers dan komunitas olahraga. (Woro)

Loading

Related posts

Leave a Comment