Intisarinews.co.id— Tanjung Karang, lima hari dengan lima ratus mahasiswa. Satu pertanyaan besar: apa yang akan mereka bawa pulang setelah mengikuti Basic Training Raya (LK I) HMI Cabang Bandar Lampung?
Pertanyaan itu menjadi penting ketika Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandar Lampung menggelar Basic Training Raya (BTR) atau Latihan Kader (LK) I pada 9–13 Oktober 2026.
Sebanyak 500 mahasiswa dari berbagai komisariat di Bandar Lampung serta HMI Cabang Metro, Lampung Utara, Kalianda, dan Pringsewu dijadwalkan mengikuti proses kaderisasi tersebut.
Jumlah peserta memang besar.
Namun, apakah banyaknya peserta otomatis menunjukkan keberhasilan kaderisasi?
Di sinilah pertanyaan sebenarnya dimulai.
Ketua Umum HMI Cabang Bandar Lampung, Tohir Bahnan, menempatkan LK I bukan sekadar sebagai kegiatan penerimaan anggota baru, tetapi sebagai pintu awal pembentukan karakter dan cara berpikir kader.
Sebab, menurut perspektif kaderisasi HMI, menjadi
![]()
