PLN NP UP Tarahan Torehkan Dua Prestasi di ISDA 2026

Intisarinews.co.id — PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Tarahan kembali menorehkan prestasi dalam ajang Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026 dengan memborong dua penghargaan sekaligus. Program Pengembangan Rumah Konservasi Kantong Semar Kebun Raya ITERA meraih Predikat Gold, sementara Dwi Suprianto, Manager UP Tarahan, memperoleh penghargaan The Best Manager in Biodiversity.

Dua penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas komitmen PLN Nusantara Power UP Tarahan dalam mendorong pelestarian keanekaragaman hayati melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang mengintegrasikan konservasi, edukasi, kolaborasi, dan inovasi.

Program Pengembangan Rumah Konservasi Kantong Semar Kebun Raya ITERA merupakan kolaborasi PLN NP UP Tarahan dengan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dalam memperkuat konservasi tanaman Kantong Semar (Nepenthes), sekaligus mengembangkan fungsi kawasan sebagai ruang edukasi, penelitian, dan pembelajaran lingkungan.

Manager UP Tarahan, Dwi Suprianto, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kerja bersama seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan program.

“Penghargaan ini menjadi apresiasi atas komitmen dan kolaborasi yang telah dibangun bersama. Bagi kami, konservasi tidak hanya tentang menjaga spesies, tetapi juga membangun pengetahuan, kepedulian, dan partisipasi masyarakat agar keanekaragaman hayati dapat terus terjaga secara berkelanjutan,” ujar Dwi.

Sejak kerja sama PLN NP UP Tarahan dan ITERA dimulai pada 2024, pengembangan Rumah Konservasi Kantong Semar dilakukan secara bertahap melalui pengayaan koleksi, peningkatan kapasitas pengelola, pengembangan sarana edukasi, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Hingga periode Desember 2025–Februari 2026, Rumah Konservasi Kantong Semar telah dimanfaatkan sebagai sarana edukasi lingkungan dengan total 1.298 peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Sementara itu, koleksi konservasi telah berkembang menjadi 12 jenis Kantong Semar dengan total 61 tanaman.

Program juga dikembangkan melalui inovasi edukasi berupa rotating display dan papan infografis, sehingga informasi mengenai Kantong Semar dapat disampaikan secara lebih interaktif kepada pengunjung.

Selain penguatan fungsi konservasi dan edukasi, PLN NP UP Tarahan bersama mitra mengembangkan konsep Smart Garden Management melalui pemanfaatan teknologi IoT untuk memantau kondisi suhu dan kelembaban secara real-time. Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan pengelolaan konservasi yang adaptif terhadap kebutuhan tanaman.

Dwi menambahkan, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus menjaga keberlanjutan program melalui penguatan kolaborasi dan inovasi.

“Penghargaan The Best Manager in Biodiversity menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah program tidak terlepas dari kemampuan membangun kolaborasi dan memastikan program terus berkembang. Ke depan, kami akan terus memperkuat fungsi konservasi, edukasi, penelitian, serta pemanfaatan teknologi agar manfaatnya semakin luas,” tambah Dwi.

Program Pengembangan Rumah Konservasi Kantong Semar Kebun Raya ITERA turut mendukung pencapaian SDG 15 Ekosistem Daratan melalui konservasi keanekaragaman hayati, serta berkontribusi pada SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 11 Kota dan Permukiman Berkelanjutan, SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Melalui dua penghargaan ISDA 2026 tersebut, PLN NP UP Tarahan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program TJSL yang tidak hanya memberikan manfaat langsung, tetapi juga membangun ekosistem kolaborasi, meningkatkan literasi lingkungan, dan menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati.

Loading

Related posts

Leave a Comment