PT BTB Diduga Lakukan Pembohongan Publik, Korban Kecelakaan Muncul Bawa Bukti Medis

Intisarinews.co.id – Pernyataan PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (PT BTB) yang meluruskan pemberitaan terkait kecelakaan di Km 132+000 Jalur B Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter), Minggu (18/10/2026), mendapat bantahan dari salah satu korban, Sapto Pratikno (50).

Sapto yang merupakan korban langsung dalam kecelakaan tersebut menegaskan bahwa dirinya mengalami patah tulang pada lengan kiri akibat kecelakaan.

Sapto mempertanyakan dasar klarifikasi PT BTB yang menyebut tidak terdapat korban yang terjepit atau terhimpit selama proses evakuasi.

“Saya ini korban langsung. Lengan kiri saya patah. Bukti rontgen dan pemeriksaan medisnya ada. Jadi kalau mau membuat klarifikasi, seharusnya cek dulu kepada korban atau rumah sakit yang menangani saya. Jangan hanya berdasarkan informasi sepihak,” tegas Sapto.

Menurut Sapto, kondisi yang dialaminya bukan sekadar informasi yang diperoleh dari pihak lain. Ia mengalami sendiri kecelakaan tersebut dan menjalani pemeriksaan serta penanganan medis setelah kejadian.

Ia pun meminta PT BTB lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi kepada publik, khususnya menyangkut kondisi korban.

“Saya tegaskan, saya adalah korban dalam kecelakaan itu. Lengan kiri saya patah dan ada bukti medisnya. Kalau pihak tol ingin memberikan klarifikasi, silakan, tetapi harus sesuai dengan fakta di lapangan. Kalau perlu, tanyakan langsung kepada saya dan rumah sakit yang menangani saya,” ujarnya.

Sapto juga menilai klarifikasi mengenai kondisi korban seharusnya tidak berhenti pada keterangan dari pihak tertentu. Menurutnya, keterangan korban dan bukti medis merupakan bagian penting yang perlu diperhatikan sebelum sebuah pernyataan disampaikan kepada masyarakat.

“Jangan sampai korban yang mengalami langsung justru tidak ditanya. Saya punya bukti rontgen. Saya siap menunjukkan kalau memang diperlukan. Yang saya minta sederhana, sampaikan fakta sesuai kejadian sebenarnya,” katanya.

PT BTB Sebelumnya Meluruskan Pemberitaan

Sebelumnya, Direktur PT BTB Charles Giroth menyampaikan hak jawab terkait pemberitaan kecelakaan yang melibatkan Toyota Rush dan truk trailer UD Quester di Km 132+000 Jalur B Tol Bakter.

Dalam klarifikasinya, PT BTB menyatakan bahwa tidak terdapat korban yang terjepit atau terhimpit di dalam kendaraan selama proses evakuasi.

PT BTB juga meluruskan mengenai kronologi dan posisi kendaraan. Pengelola jalan tol menyatakan bahwa Toyota Rush ditabrak oleh truk, bukan Toyota Rush yang menabrak truk sebagaimana disebut dalam pemberitaan sebelumnya.

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di wilayah Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah, ketika kondisi jalan disebut terdampak kepulan asap dari kebakaran TPA di sekitar jalan tol.

Sebelumnya, Kapolres Lampung Tengah AKBP Zaldi Kurniawan membenarkan kecelakaan tersebut dan menyebut asap tebal dari kebakaran TPA mengganggu jarak pandang pengendara.

Dalam kecelakaan tersebut, dua penumpang Toyota Rush mengalami luka dan dibawa ke RS Harapan Bunda, Gunung Sugih. Salah satunya adalah Sapto Pratikno, yang menurut keterangan sebelumnya mengalami cedera pada lengan kiri.

Kini, Sapto memberikan bantahan langsung sebagai korban dan meminta seluruh pihak yang memberikan keterangan mengenai kecelakaan tersebut mengacu pada fakta kejadian, keterangan korban, serta bukti medis yang tersedia.

“Saya korban langsung. Lengan saya patah dan ada hasil rontgennya. Jadi jangan membuat klarifikasi yang tidak sesuai dengan fakta yang saya alami sebagai korban,” tegas Sapto.

Loading

Related posts

Leave a Comment