Budiyono Ajak Sivitas Akademika Jaga Kondusivitas Pemilihan Rektor Unila

Intisarinews.co.id – Dr. Budiyono, calon Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031, menegaskan pentingnya menjaga suasana kondusif, menyerap aspirasi sivitas akademika, serta mengedepankan nilai-nilai demokrasi dalam proses pemilihan pimpinan universitas.

Hal tersebut disampaikan Budiyono kepada wartawan HarianKandidat.co.id saat diwawancarai di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Kamis (22/10/2026), di sela-sela rangkaian sosialisasi penyampaian visi dan misi calon rektor.

 

Dalam wawancara tersebut, Budiyono mengungkapkan bahwa proses sosialisasi yang telah berlangsung berjalan dengan baik dan mendapat sambutan positif dari keluarga besar sivitas akademika Unila.

 

Ia menilai, berbagai masukan dan aspirasi yang disampaikan selama kegiatan sosialisasi merupakan hal penting yang perlu diperhatikan sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun program kerja untuk mendukung kemajuan Universitas Lampung.

 

“Alhamdulillah, sampai saat ini proses sosialisasi berjalan dengan baik. Banyak masukan dari sivitas akademika yang bisa kita tampung dan kita wujudkan dalam program kerja. Antusiasme keluarga besar sivitas akademika juga sangat baik,” ujar Budiyono kepada Tim HarianKandidat.co.id.

 

Menurutnya, kegiatan sosialisasi tidak hanya menjadi sarana penyampaian visi dan misi, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi, mendengarkan aspirasi, dan memahami harapan sivitas akademika terhadap masa depan Unila.

Budiyono berharap, rangkaian sosialisasi pada hari-hari berikutnya dapat berjalan lancar hingga pelaksanaan pemilihan pada 29 Oktober 2026.

 

Ia juga mengajak seluruh elemen kampus untuk bersama-sama menjaga suasana yang aman, tertib, dan kondusif. Baginya, perbedaan pandangan dalam proses pemilihan merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang perlu disikapi dengan kedewasaan dan rasa tanggung jawab.

 

“Kita selalu berdoa semoga penyampaian visi dan misi selanjutnya berjalan dengan baik dan lancar sampai hari pemilihan. Suasana kondusif ini harus kita jaga bersama supaya Universitas Lampung bisa menjadi contoh pemilihan rektor yang demokratis dan melibatkan sivitas akademika demi kebaikan universitas,” ungkapnya.

 

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya menjaga proses pemilihan rektor agar tidak hanya berjalan tertib, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan partisipasi di lingkungan kampus.

 

Budiyono berharap, seluruh tahapan pemilihan Rektor Universitas Lampung periode 2027–2031 dapat berlangsung secara demokratis dan bermartabat, dengan tetap mengedepankan kepentingan institusi serta masa depan universitas

Melalui proses yang terbuka dan kondusif, diharapkan pemilihan rektor dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk membawa Universitas Lampung terus berkembang sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkontribusi bagi masyarakat.

Loading

Related posts

Leave a Comment