Intisarinews.co.id — Jaring Kelola Ekosistem Lampung (JKEL) menilai meningkatnya konflik gajah di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) merupakan bentuk “protes ekologis” satwa atas kebijakan alih fungsi zona inti yang dinilai bermasalah. Koordinator JKEL, Almuhery Ali Paksi, menyebut belum genap tiga pekan sejak dilaksanakannya konsultasi publik terkait pengelolaan kawasan, gajah-gajah di Way Kambas kembali menunjukkan perilaku agresif dan keluar dari wilayah konservasi. Menurutnya, hal tersebut berkaitan erat dengan rencana pengalihan hampir 70 persen zona inti TNWK menjadi zona pemanfaatan. “Zona itu kami sebut sebagai zona akal-akalan, karena ditetapkan tanpa penelitian,…
![]()
