Intisarinews.co.id – Ratusan masyarakat dari 8 desa di Kabupaten Lampung Timur yang tergabung dalam Serikat Petani Lampung (SPL) menggelar Mimbar Rakyat sebagai bentuk perlawanan terhadap konflik agraria yang berkepanjangan. Digelarnya mimbar ini untuk mendesak aparat negara mengusut tuntas praktik mafia tanah yang diduga merampas hak masyarakat atas tanah dan ruang hidupnya . Direktur YLBHI-LBH Bandar Lampung, Prabowo Pamungkas selaku pendamping hukum masyarakat mengatakan, bahwa mimbar ini menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan kegelisahan atas lambannya penanganan persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun tanpa penyelesaian hukum yang pasti. Bahkan, Masyarakat menilai Pemerintah…
![]()
