Pringsewu (ISN) — Proyek rehabilitasi dua ruang kelas di SMP Muhammadiyah 1 Pringsewu yang bersumber dari bantuan Kementerian Pusat menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan. Proyek dengan nilai anggaran mencapai Rp 559.000.000 itu diduga berjalan tanpa transparansi dan tanpa pengawasan internal Selain itu, terlihat pelanggaran di lapangan, seperti para pekerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) atau perlengkapan keselamatan kerja sebagaimana mestinya. Kondisi ini bukan hanya melanggar aturan keselamatan kerja, tapi juga menunjukkan lemahnya pengawasan dari pihak pelaksana Saat awak media mencoba melakukan konfirmasi langsung ke pihak sekolah, kepala…
![]()
