Intisarinews.co.id – Warga Perumahan Lubuk Lestari kembali mengeluhkan banjir yang kerap terjadi setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut,banjir diduga disebabkan oleh sistem irigasi dan saluran pembuangan air yang tidak memadai, sehingga air meluap dan menggenangi permukiman warga.
Salah seorang warga setempat, Hamz, mengatakan bahwa banjir sudah menjadi langganan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi,ia berharap ada penanganan serius dari pihak pengembang perumahan maupun Pemerintah Daerah.
“Setiap hujan deras pasti banjir,air sampai ke teras rumah bahkan masuk lewat dapur. Kami khawatir kalau hujan lebih lama, debit air bisa lebih tinggi lagi,” ujar Hamz.
Menanggapi keluhan warga, Lurah Way Lubuk, Junaidi, turun langsung ke lokasi untuk memantau kondisi banjir,ia menjelaskan bahwa posisi perumahan berada di dataran rendah dan merupakan bekas lahan persawahan, sehingga aliran air dari permukiman sekitar bermuara ke kawasan tersebut.
“Lokasi ini memang rendah, sehingga air dari rumah-rumah warga di atasnya mengalir ke sini. Kami akan berupaya menanggulangi banjir dengan melakukan normalisasi saluran air dan akan meminta bantuan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum,” kata Junaidi.
Dalam pemantauan tersebut, turut hadir pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan, Polsek Kalianda, serta anggota Polres Lampung Selatan untuk memastikan kondisi keamanan dan keselamatan warga.
BPBD Lampung Selatan sempat menurunkan satu unit mobil pemadam kebakaran untuk menyedot air genangan,namun upaya tersebut belum dapat dilaksanakan karena terkendala lokasi pembuangan air yang belum tersedia.
Peristiwa banjir terjadi menjelang sore hari,di tengah kondisi tersebut, wilayah Perumahan Lubuk Lestari juga dilanda angin puting beliung yang datang secara tiba-tiba disertai hujan deras dan suara angin bergemuruh,akibatnya, selain banjir, beberapa rumah warga mengalami kerusakan pada bagian kanopi yang ringsek diterjang angin.
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap adanya penanganan cepat dan solusi jangka panjang agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan. (*)
![]()
