Intisarinews.co.id – UPT Puskesmas Kebon Jahe terus berkomitmen meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui berbagai program inovatif,salah satu inovasi unggulan yang dikembangkan adalah TOPI DASI (Topical Fluoridasi), sebuah program pencegahan kerusakan gigi yang menyasar anak-anak Sekolah Dasar (SD) di wilayah kerja UPT Puskesmas Kebon Jahe.
TOPI DASI merupakan rangkaian kegiatan pelayanan kesehatan gigi yang diawali dengan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, dilanjutkan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi, praktik sikat gigi bersama, hingga aplikasi topikal fluoride, yaitu pemberian fluoride pada permukaan gigi sebagai lapisan pelindung untuk memperkuat email gigi dan mencegah terjadinya karies atau gigi berlubang.
Program ini hadir sebagai solusi atas masih tingginya angka permasalahan kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah. Kurangnya kesadaran dalam menjaga kebersihan gigi, kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula, serta belum optimalnya akses pelayanan kesehatan gigi menjadi beberapa faktor yang menyebabkan anak rentan mengalami karies.
Melalui inovasi ini, Penanggung Jawab Program Kesehatan Gigi UPT Puskesmas Kebon Jahe, drg. Indri Agustiani, bersama tim secara rutin melaksanakan pemeriksaan kesehatan gigi sekaligus aplikasi fluoride kepada siswa di sekolah-sekolah sasaran,fluoride berfungsi memperkuat lapisan email gigi sehingga lebih tahan terhadap serangan asam yang dihasilkan bakteri penyebab gigi berlubang.
Selain tindakan fluoridasi, para siswa juga mendapatkan edukasi mengenai teknik menyikat gigi yang benar, pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut, waktu yang tepat untuk menyikat gigi, serta penerapan pola makan sehat dengan mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis yang dapat merusak gigi.
Kepala UPT Puskesmas Kebon Jahe, dr. Firdausa Muslima Masita, M.Kes, menjelaskan bahwa inovasi TOPI DASI tidak hanya berfokus pada pelayanan kuratif atau pengobatan, tetapi lebih mengedepankan upaya promotif dan preventif,menurutnya, pencegahan sejak dini merupakan langkah paling efektif untuk menekan angka kejadian gigi berlubang pada anak usia sekolah.
“Melalui TOPI DASI, kami ingin menanamkan kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak usia dini. Anak-anak yang memiliki gigi sehat akan lebih nyaman belajar, memiliki kualitas hidup yang lebih baik, serta terhindar dari berbagai masalah kesehatan gigi di masa mendatang,” ujarnya.
Pelaksanaan program dilakukan melalui kerja sama lintas program bersama Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dengan melibatkan dokter kecil dan kader kesehatan remaja di setiap sekolah,selain itu, Puskesmas Kebon Jahe juga menjalin kolaborasi dengan kepala sekolah, guru, orang tua, serta kader kesehatan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan,sinergi berbagai pihak tersebut menjadi kunci keberhasilan program sehingga mampu menjangkau seluruh siswa sasaran secara efektif, berkesinambungan, dan berkelanjutan.
Menurut drg. Indri Agustiani, sejak dilaksanakan, inovasi TOPI DASI mendapat respons yang sangat positif dari sekolah maupun orang tua siswa,anak-anak menjadi lebih antusias menjaga kebersihan gigi melalui kebiasaan menyikat gigi dengan benar, sementara para orang tua merasa terbantu karena pelayanan kesehatan gigi dapat diberikan secara langsung di lingkungan sekolah tanpa mengganggu proses belajar mengajar.
Melalui inovasi TOPI DASI, UPT Puskesmas Kebon Jahe berharap dapat menciptakan generasi sekolah dasar yang sehat, bebas dari karies, serta memiliki kesadaran dan kebiasaan yang baik dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut,program ini juga diharapkan menjadi salah satu upaya nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak sebagai investasi sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan produktif di masa depan.(JML)
![]()
