Intisarinews.co.id–Di tengah gempuran budaya global yang kian deras, kita sering meratapi tergerusnya nilai-nilai keislaman pada generasi muda. Kekhawatiran itu wajar. Namun, meratapi tiadanya “rotan” yang sempurna tidak akan menyelesaikan masalah. Pepatah bijak mengingatkan, “Tiada rotan, akar pun jadi.” Inilah saatnya kita berhenti mencari “rotan” lama dan fokus membentuk “rotan baru” dari “akar” yang kita miliki. “Rotan” lama—mungkin berupa lingkungan yang sepenuhnya islami atau metode pendidikan monoton—sudah sulit diandalkan. Dunia berubah. Tantangan berubah. Maka, bentuklah “rotan baru” yang lenting namun kuat, yang mampu menyesuaikan zaman tanpa patah akidah. “Akar” yang dimaksud…
![]()
