Intisarinews.co.id – Gelombang aksi kritis terhadap isu sentral Tanah Marga yang dijadikan Kawasan Hutan Register terutama Register 44 Sungai Muara Dua di Way Kanan Lampung terus bergulir, sebelumnya Masyarakat Adat Marga Buay Pemuka Pangeran Ilir (MBPPI) Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung yang mempersoalkan Register ini, kini Masyarakat Adat Marga Buay Pemuka Bangsa Raja (MBPBR) Negeri Besar, Kabupaten Way Kanan yang diinisiasi Tim Tujuh Belas (T-17) Pengurusan Tanah Marga Buay Pemuka Bangsa Raja Dalam Bidang Tanah Register 44 Sungai Muara Dua pun turut dalam upaya pengurusan haknya yang di…
![]()
