Intisarinews.co.id –Aliansi Lembaga Anti Korupsi (ALAK) menyoroti dugaan praktik permainan dalam layanan penukaran uang baru menjelang Hari Raya yang diduga melibatkan oknum internal Bank Indonesia (BI). Ketua ALAK, Nopiyanto, menyebut praktik tersebut tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga berpotensi mencoreng integritas lembaga keuangan negara. Menurut Nopiyanto, di lapangan saat ini penukaran uang baru yang seharusnya menjadi layanan resmi bagi masyarakat justru diduga diperjualbelikan oleh pihak tertentu dengan tarif tambahan. Ia menduga praktik tersebut tidak mungkin terjadi tanpa adanya keterlibatan atau setidaknya pembiaran dari pihak internal. “Ini sangat memprihatinkan. Program penukaran…
![]()
