Intisarinews.co.id – UPT Puskesmas Segala Mider terus menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan yang menjawab kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui inovasi BEGAWI (Bersama Galakan Waspada Gangguan Jiwa), sebuah terobosan pelayanan kesehatan jiwa yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor, pemberdayaan keluarga, serta partisipasi aktif masyarakat dalam mendeteksi dan mendampingi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) maupun Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK).
Inovasi yang diinisiasi oleh dr. Dyah Surya Agustine Sesunan, Plt. Kepala UPT Puskesmas Segala Mider, lahir dari meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan jiwa yang lebih cepat, mudah diakses, dan berkesinambungan,selama ini, masih banyak masyarakat yang terlambat mendapatkan penanganan akibat rendahnya kesadaran, stigma terhadap gangguan jiwa, serta kurang optimalnya koordinasi antara tenaga kesehatan, keluarga, dan unsur masyarakat.
Melalui BEGAWI, pelayanan kesehatan jiwa tidak lagi hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan,tim Puskesmas bersama kader kesehatan secara aktif melakukan skrining kesehatan jiwa pada kelompok berisiko, kunjungan rumah berkala, edukasi kepada keluarga, pemantauan kepatuhan pengobatan, hingga koordinasi dengan kelurahan, RT/RW, tokoh agama, dan berbagai pihak terkait untuk memastikan pasien memperoleh pelayanan yang komprehensif.
Pendekatan tersebut menjadi nilai tambah inovasi BEGAWI karena mengintegrasikan upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif dalam satu sistem pelayanan berbasis masyarakat,keluarga tidak hanya menjadi pendamping pasien, tetapi juga berperan sebagai mitra utama dalam proses pemulihan, sementara kader kesehatan dan perangkat wilayah berfungsi sebagai ujung tombak dalam deteksi dini dan pendampingan di lingkungan sekitar.
Pelaksanaan inovasi dimulai dari pendataan dan skrining kesehatan jiwa, analisis faktor risiko, penetapan intervensi sesuai kondisi pasien, kunjungan rumah oleh tim kesehatan bersama kader, pemberian edukasi kepada keluarga, pelayanan pengobatan, pemantauan kepatuhan terapi, evaluasi perkembangan pasien, hingga koordinasi lintas sektor apabila diperlukan rehabilitasi maupun intervensi sosial lainnya.
Sejak diimplementasikan, inovasi BEGAWI memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan jiwa,masyarakat semakin mudah memperoleh layanan kesehatan jiwa sejak tahap awal, jumlah warga yang mengikuti skrining kesehatan jiwa terus meningkat, keterlibatan keluarga dalam proses perawatan pasien semakin baik, serta koordinasi antara Puskesmas dengan pemerintah kelurahan, RT/RW, tokoh masyarakat, dan lintas sektor menjadi lebih kuat.
Melalui inovasi ini, UPT Puskesmas Segala Mider berharap stigma terhadap gangguan jiwa dapat terus berkurang sehingga masyarakat tidak lagi ragu mencari pertolongan sedini mungkin. Dengan pelayanan yang lebih proaktif, humanis, dan berbasis komunitas, BEGAWI diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup penyandang gangguan jiwa sekaligus menjadi model pelayanan kesehatan jiwa yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan di Kota Bandar Lampung.
“Kesehatan jiwa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh,melalui BEGAWI, kami ingin membangun kepedulian bersama agar setiap masyarakat mendapatkan kesempatan hidup yang lebih sehat, produktif, dan bermartabat,” ujar dr. Dyah Surya Agustine Sesunan.
BEGAWI menjadi bukti komitmen UPT Puskesmas Segala Mider dalam menghadirkan pelayanan publik yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat serta mendukung transformasi layanan kesehatan primer melalui penguatan peran keluarga, kader kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kesehatan jiwa bersama.(JML)
![]()
