Intisarinews.co.id – Calon Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031, Dr. Budiyono, S.H., M.H., mengusung visi strategis bertajuk “Unila Go Beyond Achievement” atau melampaui pencapaian. Visi tersebut diarahkan untuk menjadikan Unila sebagai perguruan tinggi yang unggul, berkarakter, dan berdampak global.
Dalam pemaparan visi, misi, dan program kerjanya, Budiyono menegaskan bahwa berbagai capaian yang telah diraih Unila merupakan modal berharga untuk melangkah lebih jauh.
Namun, capaian tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan pijakan untuk membangun perguruan tinggi yang semakin berkualitas, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat internasional.
“Capaian Unila merupakan pijakan berharga, tetapi bukan tujuan akhir. Kita harus melangkah lebih jauh melalui arah yang jelas, program nyata, dan gerak bersama,” ujar Budiyono dalam pemaparan program kerjanya.
Ia menjelaskan, visi Unila Go Beyond Achievement bertumpu pada tiga nilai utama, yakni melampaui batas (beyond boundaries), melampaui dampak (beyond impact), dan melampaui pengakuan (beyond recognition).
Melampaui batas dimaknai sebagai upaya memperkuat kolaborasi lintas disiplin ilmu, kelembagaan, dan wilayah. Sementara itu, melampaui dampak berarti menghadirkan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat yang bermanfaat, terukur, dan berkelanjutan.
Adapun melampaui pengakuan diarahkan pada peningkatan mutu dan karya akademik Unila agar memperoleh reputasi serta pengakuan di tingkat nasional maupun internasional.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Budiyono merumuskan delapan misi strategis yang menjadi landasan pelaksanaan program kerja apabila memperoleh amanah memimpin Unila.
Delapan misi itu meliputi tata kelola yang baik dan berkeadilan, pendidikan berstandar internasional, penguatan karakter dan daya saing global lulusan, penelitian inovatif dan berdampak.
Pengabdian kepada masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, kemitraan strategis, pengembangan ekosistem inovasi dan kewirausahaan serta transformasi digital, hingga internasionalisasi dan penguatan reputasi global.
Dalam aspek tata kelola, Budiyono menekankan pentingnya penerapan good university governance, reformasi birokrasi, serta pembangunan lingkungan kampus yang inklusif dan berkelanjutan.
Pada bidang pendidikan, ia mendorong internasionalisasi kurikulum, transformasi metode pembelajaran, peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan, serta penguatan mutu dan akreditasi perguruan tinggi.
Menurutnya, Unila juga perlu memastikan lulusannya tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga integritas, karakter, dan kemampuan bersaing di dunia kerja.
“Lulusan Unila harus cakap sekaligus dapat dipercaya,” tegasnya.
Di bidang penelitian, Budiyono mengarahkan penguatan ekosistem riset, peningkatan publikasi ilmiah, hilirisasi inovasi, serta pengembangan penelitian yang berangkat dari potensi dan kebutuhan daerah.
Ia menilai, penelitian perguruan tinggi harus mampu menghasilkan solusi konkret, produk inovatif, dan rekomendasi kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, pengabdian kepada masyarakat akan diperkuat melalui pengembangan kawasan binaan, program kampus berdampak, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan ketahanan sosial dan lingkungan.
Budiyono juga menyoroti pentingnya kemitraan strategis dengan pemerintah, industri, dunia kerja, mitra internasional, dan alumni. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi salah satu kunci untuk memperluas kontribusi Unila dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Dalam menghadapi perkembangan teknologi, ia turut mendorong pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) secara etis. Upaya itu akan didukung melalui inkubasi bisnis, pengembangan kewirausahaan, dan penciptaan produk bernilai tambah.
Adapun internasionalisasi kampus akan diarahkan melalui peningkatan pengakuan internasional, mobilitas mahasiswa dan dosen, publikasi ilmiah berskala global, serta penguatan jejaring komunitas akademik internasional.
Tekankan Kepemimpinan Kolektif dan Ketulusan Pengabdian
Selain memaparkan program strategis, Budiyono menekankan bahwa pembangunan Unila tidak dapat bertumpu pada satu sosok pemimpin. Menurutnya, kemajuan universitas membutuhkan keterlibatan seluruh sivitas akademika, mahasiswa, alumni, dan mitra universitas.
“Masa depan Unila tidak dibangun oleh satu orang, melainkan oleh gerak bersama seluruh sivitas akademika, mahasiswa, alumni, dan mitra universitas,” ungkapnya.
Ia menegaskan, semangat Go Beyond harus diwujudkan melalui keberanian melampaui batas, menghadirkan dampak nyata, dan membangun reputasi yang diakui dunia.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen kampus untuk memperkuat kebersamaan dalam mewujudkan Unila sebagai universitas inovatif berkelas dunia yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri.
Dalam penutup pemaparannya, Budiyono juga menyampaikan prinsip kehidupan yang menurutnya penting diterapkan dalam kepemimpinan dan pengabdian.
Prinsip tersebut menekankan pentingnya memberi manfaat, mengasihi sesama, meringankan beban orang lain, menghargai, serta menghindari tindakan yang menyakiti.
Ia berpandangan bahwa esensi pengabdian tidak semata-mata diukur dari tingginya jabatan atau kedudukan, melainkan dari besarnya manfaat yang diberikan kepada sesama.
“Sebab, pada hakikatnya, menjadi manusia bukan tentang seberapa tinggi kedudukan yang kita raih, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan kepada sesama,” tuturnya.
Budiyono menambahkan, dalam membangun Unila, setiap elemen tidak harus menjadi yang paling hebat, tetapi harus memiliki kemauan untuk saling menguatkan dan berjalan bersama.
“Jabatan akan berakhir, kedudukan akan berganti, tetapi ketulusan pengabdian dan kebaikan yang kita tinggalkan akan selalu dikenang,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh keluarga besar Unila untuk menjadikan keteladanan, ketulusan, dan kebersamaan sebagai landasan dalam menjalankan pengabdian.
“Mari mengabdi dengan hati, memimpin dengan keteladanan, dan membangun Unila dengan kebersamaan,” pungkasnya.
Melalui visi Unila Go Beyond Achievement, Budiyono berharap Universitas Lampung dapat terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul, berkarakter, inovatif, dan memiliki daya saing global, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
![]()
