Intissrinews.co.id — Koordinator Jaring Kelola Ekosistem Lampung (JKEL), Almuhery, menilai Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui pihak Taman Nasional Way Kambas (TNWK) tidak memiliki niat yang sungguh-sungguh dalam melaksanakan konsultasi publik terkait rencana perubahan zona inti kawasan konservasi tersebut. Menurut Almuhery, hingga dua pekan pascapelaksanaan konsultasi publik, proses yang dilakukan terkesan hanya formalitas atau “ecek-ecek”. Pasalnya, seluruh audiens yang diundang dalam forum tersebut dinilai tidak merepresentasikan pandangan kritis publik, melainkan pihak-pihak yang sejak awal dianggap sudah “nggeh” atau menyetujui rencana yang disodorkan. “Kondisi ini sangat membahayakan keberlangsungan TNWK sebagai kawasan konservasi. Jika…
![]()
