Intisarinews.co.id – Di tengah badai krisis kepercayaan publik dan runtuhnya sendi-sendi kejujuran dalam birokrasi, Provinsi Lampung berdiri di persimpangan jalan. Korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum positif, melainkan sebuah pengkhianatan terhadap darah dan adat yang mengalir di tanah ini. “Mulang Dak Piil” bukanlah sekadar jargon romantisasi masa lalu. Ia adalah sebuah deklarasi perang terhadap mentalitas lancung. Ia adalah gerakan pulang—kembali ke muara kesucian nilai yang telah diwariskan para leluhur Bumi Ruwa Jurai. Ketika seorang pejabat atau warga negara telah kehilangan rasa malunya (Piil), maka ia telah kehilangan jati dirinya sebagai manusia…
![]()
