Intisarinews.co.id — Polemik pemberian gelar adat “Baginda Pemuka Bangsa” kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo terus bergulir. Setelah sebelumnya mendapat sorotan dari Prof. Henry Yosodiningrat, kini keberatan juga disampaikan oleh Muhammad Yusuf Erdiansyah Putra, S.Kom., bergelar Gusti Pangeran Igama Ratu, Pimpinan Adat Kebandaran Marga Balak, Marga Teluk Betung. Yusuf menilai penganugerahan gelar adat tersebut tidak dapat dipandang sebagai representasi seluruh masyarakat adat Lampung. Menurutnya, gelar itu merupakan keputusan yang berada dalam lingkup adat tertentu dan tidak mewakili keseluruhan struktur adat yang ada di Provinsi Lampung. “Yang kami persoalkan…
![]()
