Intisarinews.co.id— UPT Puskesmas Way Kandis terus menggencarkan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) sebagai upaya mencegah dan mengendalikan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kecamatan Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung.
Kegiatan ini dilaksanakan setiap bulan di lima kelurahan di Kecamatan Tanjung Senang dengan melibatkan kader posyandu dan kader pos kesehatan kelurahan (poskeskel), didampingi petugas kesehatan.
G1R1J bertujuan menekan angka jentik nyamuk melalui peningkatan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah,gerakan ini juga mendorong setiap keluarga agar berperan aktif dalam melakukan pemantauan jentik secara mandiri dan rutin.
Dalam pelaksanaannya, kader bersama petugas kesehatan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah atau door to door,mereka memberikan edukasi dan pendampingan kepada warga mengenai pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), sekaligus memantau tempat-tempat yang berpotensi menjadi perindukan nyamuk di lingkungan rumah.
Pemantauan dilakukan untuk mengidentifikasi potensi perkembangbiakan nyamuk, terutama pada tempat penampungan air dan lokasi lain yang berisiko menjadi sarang nyamuk,hasil kegiatan kemudian dicatat dalam laporan dan didokumentasikan sebagai bahan pemantauan serta evaluasi pelaksanaan program.
Kepala UPT Puskesmas Way Kandis, dr. Titin Agustin, mengatakan bahwa pencegahan DBD membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, tidak hanya mengandalkan petugas kesehatan.
“Melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik, kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan rutin memeriksa tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Pencegahan DBD harus dimulai dari rumah masing-masing melalui PSN yang dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar dr. Titin Agustin.
Ia menambahkan, keterlibatan kader posyandu, kader poskeskel, serta dukungan petugas kesehatan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya DBD dan pentingnya menjaga lingkungan tetap bersih.
Melalui pelaksanaan G1R1J secara rutin di lima kelurahan tersebut, UPT Puskesmas Way Kandis berharap kesadaran masyarakat dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk semakin meningkat sehingga risiko penularan DBD dapat ditekan.
Puskesmas Way Kandis juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan PSN secara konsisten, antara lain dengan menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air.(JML)
![]()
