Intisarinews.co.id — Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mendapat perhatian Anggota Komisi V DPR RI, Aprozi Alam. Ia meminta Kantor SAR Lampung dan Banten meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi kemungkinan dampak erupsi terhadap masyarakat pesisir maupun aktivitas pelayaran.
Menurut Aprozi, kesiapsiagaan perlu ditingkatkan mengingat Selat Sunda merupakan kawasan dengan aktivitas masyarakat dan pelayaran yang cukup padat, termasuk jalur penyeberangan Merak-Bakauheni.
“Aktivitas erupsi Anak Krakatau yang baru saja terjadi perlu diantisipasi secara cepat dan terukur. Kami meminta Basarnas, baik di wilayah Lampung maupun Banten, segera menyiagakan personel, sarana, serta prasarana penyelamatan,” ujar Aprozi dalam keterangannya, Sabtu malam (5/9/2026).
Politisi asal daerah pemilihan Lampung itu mengatakan, potensi dampak erupsi perlu diantisipasi, terutama di kawasan pesisir Lampung Selatan dan Banten serta jalur pelayaran utama di Selat Sunda.
Ia meminta kesiapan personel, armada, dan peralatan SAR diperkuat sehingga dapat segera dikerahkan apabila terjadi kondisi darurat.
Selain kesiapan tim penyelamat, Aprozi menilai koordinasi lintas lembaga menjadi faktor penting dalam menghadapi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Basarnas diminta memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), BPBD, serta PT ASDP Indonesia Ferry.
Pemantauan terhadap titik-titik yang dinilai rawan juga perlu ditingkatkan. Menurut Aprozi, kesiapan armada dan peralatan pertolongan harus dipastikan agar respons dapat dilakukan secara cepat apabila kondisi di lapangan berubah.
Di sisi lain, ia meminta penyampaian informasi dan peringatan kepada masyarakat pesisir serta nelayan dilakukan secara berkala. Warga juga diimbau tidak mendekati kawasan yang masuk radius bahaya sesuai rekomendasi otoritas terkait.
“Keselamatan jiwa warga adalah prioritas utama. Sistem peringatan dini harus berjalan optimal, dan jalur-jalur evakuasi di kawasan pesisir Lampung maupun Banten harus dipastikan dalam keadaan siap guna,” tegasnya.
Aprozi juga mengimbau masyarakat di sekitar Selat Sunda tidak panik menyikapi aktivitas Gunung Anak Krakatau. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan dengan mengikuti perkembangan informasi dari lembaga resmi.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, khususnya terkait potensi bahaya erupsi dan kondisi kawasan Selat Sunda.
“Jangan panik, tetapi tetap waspada dan ikuti informasi resmi dari PVMBG serta instansi terkait. Jangan mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
![]()
