Intisarinews.co.id — Kelompok Kerja (Pokja) Karang Pamitran Nasional (KPN) 2028 Kwarda Lampung memaparkan konsep besar penyelenggaraan KPN 2028 bertajuk “Paradigma Baru KPN 2028” di hadapan jajaran pimpinan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan para Pelatih Pembina Pramuka se-Indonesia di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Nasional (Pusdiklatnas) Gerakan Pramuka, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua Kwartir Nasional Bidang Binawasa Rahmansyah, Kepala Pusdiklatnas Yana Suptiana, serta para pelatih pembina dari berbagai daerah di Indonesia.
Pemaparan diawali Ketua Pokja KPN 2028 Lampung Aria Guna yang menegaskan kesiapan Provinsi Lampung menjadi tuan rumah kegiatan nasional tersebut. Selanjutnya, konsep teknis dan pengembangan kawasan dipaparkan Sekretaris Pokja KPN 2028 Lampung Joni Widodo.
Dalam presentasinya, Pokja KPN 2028 menyampaikan bahwa Lampung siap menyelenggarakan KPN 2028 yang diproyeksikan akan diikuti sekitar 10.500 peserta dan pendukung dari seluruh Indonesia.
Berbeda dari pola kegiatan sebelumnya, KPN 2028 mengusung konsep blended atau hybrid system, yakni model kegiatan terpadu yang mengombinasikan kawasan utama dengan kawasan satelit berbasis masyarakat.
Bumi Perkemahan Pramuka Jati Agung direncanakan menjadi kawasan inti kegiatan, sementara pengembangan zona satelit akan melibatkan Desa Purwotani dan Desa Sindang Anom.
Konsep tersebut disebut sebagai wajah baru penyelenggaraan perkemahan nasional yang tidak hanya terpusat di satu lokasi, tetapi juga mampu mendorong keterlibatan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, pendidikan berbasis pengalaman, hingga pembangunan ekosistem pembelajaran kepramukaan yang lebih modern dan berkelanjutan.
Suasana pemaparan berlangsung antusias. Para Pelatih Pembina Pramuka dari berbagai daerah memberikan perhatian besar terhadap konsep KPN 2028 di Lampung yang dinilai menghadirkan pendekatan baru dalam penyelenggaraan kegiatan nasional kepramukaan.
Selain menampilkan kesiapan infrastruktur, Pokja KPN juga memaparkan desain kawasan, konsep zonasi, skema collaborative governance, hingga pendekatan pendidikan berbasis karakter dan kepemimpinan.
Melalui forum tersebut, Pokja KPN menegaskan komitmen Kwarda Lampung untuk menjadikan KPN 2028 sebagai momentum transformasi kegiatan kepramukaan nasional menuju model kegiatan yang edukatif, kolaboratif, inovatif, serta berdampak luas bagi masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Pusdiklatda Kwarda Lampung kak Sutanto, Ritawati, Silan KD, Tri Indah, Yuni Astuti Ade, Ponidi Sunaryo, Sujarwo, Widiantoro, serta jajaran lainnya. (*)
![]()
