Intisarinews.co.id — UPT Puskesmas Kemiling terus memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan jiwa melalui kegiatan sosialisasi P3LP (Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis) di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMPIT Darul Ilmi dan SMPIT Baitul Jannah, dengan melibatkan warga sekolah sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan mendukung kesehatan jiwa peserta didik.
Kepala UPT Puskesmas Kemiling, dr. Hany Musliha, M.Kes, bersama Penanggung Jawab Program Jiwa Puskesmas Kemiling, Ns. Hana Ariesanti Listyaningsih, S.Kep, menjadi pelaksana dalam kegiatan sosialisasi tersebut.
Sosialisasi P3LP bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman warga sekolah mengenai kesehatan jiwa serta pentingnya memberikan pertolongan awal ketika peserta didik mengalami masalah psikologis.
Dalam kegiatan tersebut, warga sekolah diberikan pemahaman untuk mengenali tanda dan gejala awal masalah psikologis pada siswa, seperti stres, kecemasan, kesedihan berkepanjangan, menarik diri dari lingkungan, hingga perubahan perilaku.
Selain itu, guru dan tenaga kependidikan didorong memiliki kemampuan memberikan dukungan psikologis awal secara tepat, aman dan tidak menghakimi,langkah tersebut diharapkan dapat mencegah masalah psikologis berkembang menjadi lebih berat melalui deteksi dan intervensi sedini mungkin.
“Melalui P3LP, kita ingin sekolah mampu mengenali kondisi psikologis siswa sejak awal, memberikan dukungan yang tepat, serta mengetahui kapan seorang siswa membutuhkan penanganan lebih lanjut dari tenaga profesional,” ujar dr. Hany.
Menurutnya, lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan jiwa peserta didik,terlebih, siswa dapat menghadapi berbagai persoalan, mulai dari perundungan, konflik dengan teman, tekanan belajar hingga permasalahan sosial dan keluarga.
Karena itu, Puskesmas Kemiling juga mendorong terbangunnya jejaring yang kuat antara sekolah, Puskesmas, orang tua dan pihak terkait lainnya dalam memberikan perlindungan serta dukungan terhadap kesehatan jiwa siswa.
Dorong Pembentukan Satgas P3LP
Pasca kegiatan sosialisasi, sekolah diharapkan dapat membentuk Tim Satgas P3LP yang ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) pimpinan sekolah,tim tersebut nantinya diharapkan memiliki SOP dan mampu menerapkan prinsip P3LP dalam menghadapi siswa yang membutuhkan dukungan psikologis awal.
Penerapan P3LP dilakukan melalui prinsip 3M, yakni Memperhatikan, Mendengarkan dan Menghubungkan.
Melalui prinsip tersebut, warga sekolah diharapkan mampu menjadi first aider atau pemberi pertolongan awal bagi siswa yang mengalami luka psikologis (helpee).
Pertolongan awal dilakukan dengan memperhatikan kondisi siswa, mendengarkan permasalahan yang disampaikan tanpa menghakimi, kemudian menghubungkan siswa dengan pihak yang tepat apabila membutuhkan bantuan atau penanganan lebih lanjut.
Dengan demikian, warga sekolah tidak hanya diharapkan mampu memberikan dukungan awal, tetapi juga memahami batas kemampuan mereka dan mengetahui kapan siswa harus mendapatkan layanan dari tenaga kesehatan atau tenaga profesional lainnya, termasuk melalui mekanisme rujukan.
Puskesmas Kemiling berharap sosialisasi P3LP dapat mendorong terbentuknya budaya peduli kesehatan jiwa di sekolah, sehingga peserta didik tidak merasa takut atau malu untuk bercerita dan mencari bantuan ketika menghadapi permasalahan psikologis.
“Sekolah yang peduli terhadap kesehatan jiwa akan menciptakan ruang yang lebih aman bagi siswa untuk tumbuh, belajar dan berkembang,kami berharap prinsip 3M ini dapat diterapkan dalam keseharian di lingkungan sekolah,” pungkasnya.
(JML)
![]()
