Puskesmas Labuhan Ratu Luncurkan Inovasi AKSI WADAH SEJALUR, Tingkatkan Akurasi Pemeriksaan Tuberkulosis Melalui Edukasi Pengambilan Dahak yang Benar

Intisarinews.co.id – UPT Puskesmas Labuhan Ratu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui berbagai inovasi,salah satunya adalah AKSI WADAH SEJALUR, sebuah inovasi yang bertujuan meningkatkan pemahaman pasien Tuberkulosis (TB) mengenai tata cara pengambilan sampel sputum atau dahak yang benar guna mendukung hasil pemeriksaan laboratorium yang lebih akurat.

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan hingga kini masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), TB termasuk dalam sepuluh penyebab kematian tertinggi secara global,penularannya yang mudah melalui udara menjadikan penyakit ini memerlukan perhatian serius, terutama dalam upaya deteksi dini dan pengobatan yang tepat.

 

Salah satu langkah penting dalam penegakan diagnosis TB adalah pemeriksaan sputum atau dahak di laboratorium untuk menemukan Bakteri Tahan Asam (BTA),namun, di lapangan masih ditemukan banyak pasien yang belum memahami teknik pengambilan dahak yang benar sehingga kualitas sampel yang diberikan kurang optimal dan berpotensi memengaruhi hasil pemeriksaan.

 

Melihat kondisi tersebut, UPT Puskesmas Labuhan Ratu mengembangkan inovasi AKSI WADAH SEJALUR, yaitu program edukasi pengambilan sputum yang dilakukan melalui media leaflet, video edukasi, dan pendampingan langsung oleh petugas kesehatan,inovasi ini diharapkan dapat membantu pasien memahami langkah-langkah pengambilan dahak yang benar sebelum dilakukan pemeriksaan laboratorium.

 

Kepala UPT Puskesmas Labuhan Ratu, Ns. Sumiyati, S.Kep, mengatakan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan untuk meningkatkan kualitas spesimen dahak yang diterima laboratorium sehingga hasil pemeriksaan dapat lebih akurat dan mendukung keberhasilan program penanggulangan TB.

 

“Kami menemukan bahwa masih banyak pasien yang belum memahami perbedaan antara dahak dan air liur, sehingga sampel yang dikumpulkan sering kali tidak memenuhi syarat pemeriksaan. Melalui AKSI WADAH SEJALUR, kami memberikan edukasi yang mudah dipahami agar pasien mampu mengambil sampel dahak yang benar dan berkualitas,” ujar Sumiyati.

 

Melalui inovasi ini, setiap pasien suspek TB akan mendapatkan penjelasan menggunakan leaflet yang berisi panduan pengambilan sputum, disertai pemutaran video edukasi yang menjelaskan tahapan pengambilan sampel secara sederhana dan praktis,petugas kesehatan juga memberikan pendampingan serta kesempatan kepada pasien untuk bertanya apabila masih terdapat hal yang belum dipahami.

 

Menurut Sumiyati, penggunaan media edukasi yang menarik dan mudah dipahami menjadi salah satu strategi efektif dalam meningkatkan pengetahuan pasien sekaligus mengurangi kesalahan saat pengambilan sampel.

 

“Ketika pasien memahami cara pengambilan dahak yang benar, maka kualitas sampel akan lebih baik sehingga hasil pemeriksaan laboratorium menjadi lebih akurat,hal ini sangat penting untuk mendukung deteksi dini dan penanganan TB secara cepat dan tepat,” jelasnya.

 

Selain meningkatkan kualitas pelayanan laboratorium, inovasi AKSI WADAH SEJALUR juga mendukung program eliminasi Tuberkulosis yang menjadi prioritas nasional,dengan diagnosis yang lebih akurat, diharapkan kasus TB dapat ditemukan lebih dini sehingga penularan di masyarakat dapat ditekan.

 

Puskesmas Labuhan Ratu berharap inovasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan TB serta mendorong partisipasi aktif pasien dalam proses diagnosis dan pengobatan.

 

“Kami ingin memastikan setiap pasien mendapatkan pelayanan yang optimal, mulai dari edukasi hingga pemeriksaan,melalui AKSI WADAH SEJALUR, kami berharap kualitas pemeriksaan TB semakin baik sehingga upaya pengendalian Tuberkulosis di masyarakat dapat berjalan lebih efektif,” tutup Sumiyati. (JML)

Loading

Related posts

Leave a Comment