Intisarinews.co.id– Menindaklanjuti arahan Wali Kota Bandar Lampung melalui Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, UPT Puskesmas Pasar Ambon melakukan pemantauan dan pengujian kualitas udara di wilayah kerjanya sebagai langkah kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kegiatan tersebut dilakukan oleh Sanitarian bersama petugas Surveilans UPT Puskesmas Pasar Ambon dengan mengambil sampel pengukuran kualitas udara pada sejumlah rumah warga yang berada di lima kelurahan di Kecamatan Teluk Betung Selatan.
Pengujian dilakukan menggunakan Dust Monitor Portable untuk mengetahui kondisi kualitas udara, khususnya terhadap kandungan partikulat debu halus. Adapun parameter yang diukur meliputi PM2,5 dan PM10.
PM2,5 merupakan parameter yang digunakan untuk mengukur konsentrasi partikel debu halus dengan ukuran diameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil, sedangkan PM10 mengukur partikel dengan ukuran 10 mikrometer atau lebih kecil.
Partikel debu berukuran sangat kecil tersebut menjadi perhatian karena dapat masuk ke saluran pernapasan,paparan dalam jumlah tertentu dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama keluhan pada sistem pernapasan, serta berpotensi memperburuk kondisi masyarakat yang sensitif terhadap debu dan polusi udara.
Kepala UPT Puskesmas Pasar Ambon, dr. Nadya Bella, MKM, mengatakan pemantauan kualitas udara merupakan bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
“Pemantauan ini kami lakukan sebagai langkah kewaspadaan untuk mengetahui kondisi kualitas udara di wilayah kerja Puskesmas Pasar Ambon,hasil pengukuran menjadi bagian dari upaya kami dalam melakukan pencegahan dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik,” ujar dr. Nadya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada apabila terjadi paparan abu vulkanik di lingkungan tempat tinggal,masyarakat diharapkan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, mengurangi paparan langsung terhadap debu, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, atau iritasi pada saluran pernapasan.
Menurutnya, upaya pemantauan tidak hanya berfokus pada kondisi lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari langkah preventif untuk menekan angka kesakitan di masyarakat.
“Kami terus berkoordinasi dan melakukan pemantauan di wilayah kerja sebagai bagian dari upaya pencegahan. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik,” katanya.
Kegiatan pengukuran kualitas udara tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kondisi udara di wilayah Kecamatan Teluk Betung Selatan sekaligus menjadi salah satu langkah Puskesmas Pasar Ambon dalam mendukung kesiapsiagaan kesehatan masyarakat menghadapi dampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
(JML)
![]()
