Intisarinews.co.id – Ketersediaan air bersih yang aman merupakan salah satu faktor utama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat,menjawab tantangan tersebut, UPT Puskesmas Segala Mider menghadirkan inovasi SI BENING (Sistem Bina dan Monitoring Air Keliling) sebagai terobosan pelayanan kesehatan lingkungan yang berfokus pada pembinaan, pemantauan, dan pengawasan kualitas air bersih secara aktif, terjadwal, dan berkelanjutan.
Inovasi yang mulai diimplementasikan pada tahun 2025 ini lahir dari kepedulian terhadap masih ditemukannya sumber air masyarakat yang belum dipantau secara rutin,kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan seperti diare, tifoid, hepatitis A, penyakit kulit, hingga infeksi saluran pencernaan akibat penggunaan air yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan.
Berbeda dengan sistem sebelumnya yang lebih menunggu laporan masyarakat, SI BENING menerapkan pendekatan jemput bola,tim sanitarian dan tenaga kesehatan secara berkala mendatangi rumah tangga, sekolah, tempat ibadah, fasilitas umum, depot air minum, serta berbagai sarana penyediaan air bersih untuk melakukan inspeksi sanitasi, pemantauan kualitas air, pembinaan, pengambilan sampel, hingga edukasi mengenai pengelolaan air yang aman.
Kepala UPT Puskesmas Segala Mider menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari upaya transformasi pelayanan kesehatan lingkungan yang lebih preventif.
“Melalui SI BENING kami tidak hanya melakukan pemeriksaan kualitas air, tetapi juga memberikan edukasi dan rekomendasi perbaikan secara langsung kepada masyarakat sehingga potensi pencemaran dapat dicegah sedini mungkin,” ujarnya.
Keunggulan SI BENING terletak pada integrasi antara monitoring lapangan, pembinaan masyarakat, inspeksi sanitasi, serta pencatatan hasil secara digital,seluruh hasil pemantauan terdokumentasi sehingga memudahkan petugas dalam memetakan wilayah berisiko, menentukan prioritas intervensi, melakukan evaluasi, dan menyusun tindak lanjut berbasis data.
Selain meningkatkan cakupan pengawasan kualitas air, inovasi ini juga memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah kelurahan, kader kesehatan, serta berbagai unsur masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan,melalui sinergi tersebut, upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.
Sejak diterapkan, SI BENING telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan lingkungan,semantauan sarana air bersih menjadi lebih rutin, identifikasi sumber air berisiko dapat dilakukan lebih cepat, tindak lanjut hasil inspeksi semakin optimal, serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kualitas air dan sanitasi terus meningkat.
Ke depan, UPT Puskesmas Segala Mider berkomitmen untuk terus mengembangkan SI BENING sebagai model pelayanan kesehatan lingkungan yang inovatif, responsif, dan berorientasi pada pencegahan penyakit,dengan memastikan setiap masyarakat memperoleh akses terhadap air bersih yang memenuhi standar kesehatan, diharapkan kualitas hidup masyarakat semakin meningkat serta terwujud lingkungan yang sehat, aman, dan berkelanjutan di Kota Bandar Lampung.
Narasi ini dapat langsung digunakan untuk publikasi di media cetak atau dimodifikasi menjadi format rilis pers resmi dari Dinas Kesehatan maupun Pemerintah Kota Bandar Lampung.(JML)
![]()
