Intisarinews.co.id – Kepala Dinas Sosial (kadisos) Kota Bandar Lampung Aklim Sahadi merespon keluhan dari salah satu keluarga yang tinggal di bawah kolong flyover
Salah satu keluarga harus bertahan hidup dengan menjadikan ruang terbuka Beratapkan beton dan tanpa dinding yang layak, tempat tersebut menjadi ruang bagi mereka untuk beristirahat, memasak, sekaligus menjalani kehidupan sehari-hari, kini mendapatkan reaksi cepat dari kadisos Kota Bandar Lampung.
Hal itu di sampaikan oleh aklim sahadi ia mengatakan Langkah konkrit yang di lakukan secara langs ung memberikan tempat tinggal yang layak bagi keluarga yang membutuhkan bantuan tersebut.
“Alhamdulillah..sdh kita asesmen, kami tawarkan ke Panti Tuna Sosial Mardiguna Lempasing ga mau, pemulungnya akan kembali kekontrakan yg lama, td sdh kami bantu angkut barangnya dgn mobil Dinas ke kontrakan nya”ujarnya pada, selasa 18/08/2026
Respon tersebut melalui Kepala bidang (kabid) Rehabilitas sosial (Rehabsos) Kota Bandar Lampung Sriwati yang langsung intervensi langsung dan memberi tanggapan sebagai bentuk kepedulian sosial
Ia menjelaskan bantuan dari dinsos untuk masyarakat yang terjaring razia juga untuk keluarga kurang mampu dan berpenghasilan rendah.
“Dinas Sosialkan ada bantuan untuk keluarga yg berpenghasilan rendah, sebetulnya bantuannya di khusus kan untuk Pengemis, pemulung yg terjaring razia yg memiliki ktp Bandar Lampung.”ujar sriwati
Menurutnya bantuan tersebut juga menjadi peninjauan dari pendamping untuk kelayakan penerima bantuan
“Bentuk bantuannya tergantung asesmen para pendamping di lapangan, bisa membuka kembali usahanya tp usaha rumahan, sprt jualan sayuran, jualan kue dll krn modal ga ada atau barang kebutuhan jika hasil asesmen mrk tdk pernah punya usaha.”jelasnya
Sriwati juga mengatakan sudah menjadi tanggung jawab sebagai pihak dari kepedulian masyarakat tetapi terkadang terhambat dari miss komunikasi atau kurangnya laporan langsung
“Iya ..sebetulnya sdh menjadi tanggung jawab kami selaku pegawai Dinas Sosial, tp krn kami ga di lapangan terkadang respon nya kan terlambat jika ga ada laporan.”ucapnya
Ia juga menjelaskan untuk bantuan dari dari dinas sosial terkbukti banyak dilihat Pendampingan warga hasil asesmen untuk diusulkan masuk ke dalam DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional)
“Sebetulnya sdh banyak yg kami lakukan ketika di lapangan ataupun laporan yg masuk, jika dr hasil asesmen bs kita tindak lanjuti,diantaranya kita dampingi untuk diusulkan ke DTSEN”tutupnya
![]()
