Penulis Rozali Umar
Advokat Penggemar Sepakbola
(Dirangkum dari berbagai sumber)
LE COQ GAULOIS (ayam jantan) dan The Three Lions (tiga singa) sudah tiga kali berhadapan di piala dunia. Tahun 1966 dan 1982 singa menang. Ayam jantan membalasnya tahun 2022, singa pun balik ke kandang.
Minggu (19/7), 04.00 WIB, keduanya bersua lagi memperebutkan juara tiga. Kokokan ayam jantan (Prancis) dan auman tiga singa (Inggris) menjadi riuh jelang azan subuh.
Hary Kane dan Jude Bellingham tidak ingin Inggris terluka lagi setelah dijegal Argentina di semifinal. Kylian Mbappe bersama Ousmane Dembelle berharap meneguk anggur Prancis dengan –
_semringah_ yang sebelumnya terasa pahit ketika gagal ke final disingkirkan Spanyol.
Singa dan ayam jantan pasti tak mau menjadi keledai yang terperosok dua kali di lubang sama. Apalagi Kane dan Mbappe telah menyadari kesalahan fatal di laga semifinal.
“Setelah unggul 1-0, kami seperti hanya mempertahankan keunggulan. Di level seperti ini (semifinal), itu tidak cukup,” cetus Kane.
Bagaimana Mbappe? “Kami tidak menunjukkan performa yang kami inginkan, baik taktik, teknik maupun level permainan secara keseluruhan,” keluhnya.
*Bentrok 33 Kali*
Inggris dan Prancis mencatat sejarah panjang bentrokan di lapangan rumput hijau. Kedua negara telah 32 kali duel di rentang 1923 sampai 2022.
_Head to head_ berpihak ke Inggris : menang 17 kali. Prancis 10 kali unggul. Lima bentrok lainnya berakhir imbang.
Duel Minggu dinihari nanti pertemuan ke-33 kali dua negara Eropa tersebut. Duel yang bukan sebatas memperebutkan medali perunggu dan uang 29 juta dolar USA (sekitar Rp.523 miliar). Yang lebih penting, Mbappe dan Kane ingin pulang ke negaranya dengan kepala tegak dan menambah catatan kemenangan. Mereka pasti berupaya maksimal agar fans tidak meringis dan menangis kedua kali dalam kurun waktu kurang seminggu.
Nah, singa atau ayam jantan yang akan ditertawakan keledai? Kita tak usah berandai-andai, bersabarlah sampai akhir pertandingan _(*)_
![]()
