Intisarinews.co.id – UPT Puskesmas Way Halim II terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat,sebagai bentuk transformasi pelayanan yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, Puskesmas Way Halim II resmi meluncurkan 14 inovasi daerah yang mencakup berbagai program promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Peluncuran inovasi ini menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan yang lebih cepat, mudah, tepat, dan berorientasi pada kebutuhan warga.
Kepala UPT Puskesmas Way Halim II, Ida Fitriyani, ST., M.Kes, mengatakan bahwa inovasi-inovasi tersebut lahir dari upaya seluruh jajaran puskesmas untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih efektif serta mampu menjawab berbagai tantangan kesehatan di wilayah kerja.
“Keempat belas inovasi ini merupakan bentuk komitmen kami untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami berharap inovasi yang diluncurkan dapat meningkatkan akses layanan kesehatan sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan,” ujar Ida Fitriyani, ST., M.Kes.
Adapun 14 inovasi yang diluncurkan UPT Puskesmas Way Halim II meliputi:
1. BERI ASI YUK BU (Memberikan ASI Eksklusif Pada Bayi 0-6 Bulan Kepada Ibu-Ibu) sebagai upaya meningkatkan cakupan pemberian ASI eksklusif.
2. Beri Nasi Buk Dian (Pemberian Informasi Beyond Use Date/BUD Untuk Konsumsi Obat Aman) untuk meningkatkan keamanan penggunaan obat di masyarakat.
3. Gadis Perasa (Gabungan Medis Tim Interprofesi Rawat Inap dan Bersalin) guna memperkuat pelayanan pasien rawat inap dan persalinan.
4. Geli Sehati (Gerakan Peduli Kesehatan Gigi) yang berfokus pada peningkatan kesehatan gigi dan mulut masyarakat.
5. Gemar Pos (Gerakan Mari Posyandu) untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu.
6. KIDS (Kelompok Inspeksi DBD di Sekolah) sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Demam Berdarah Dengue sejak dini.
7. Pelita Sejiwa (Peduli Lingkungan Sekitar Kesehatan Jiwa) yang mendukung peningkatan kesehatan jiwa masyarakat.
8. Gaya Berkokok (Gerakan Upaya Berhenti Merokok) guna menekan angka perokok dan meningkatkan perilaku hidup sehat.
9. Detektif TB (Deteksi dan Penjaringan Aktif Tuberkulosis) untuk mempercepat penemuan kasus TB di masyarakat.
10. Butik Berkelas (Ibu Hamil Cantik Ikut Kelas Bumil) sebagai sarana edukasi bagi ibu hamil.
11. Jalan RT Way Halim II (Jaring Lansia Risiko Tinggi Way Halim II) yang berfokus pada pemantauan kesehatan lansia berisiko tinggi.
12. Kejar Impian (Kegiatan Mengejar Imunisasi Pada Bayi dan Anak) guna meningkatkan cakupan imunisasi.
13. Peluk Warga (Pelayanan Untuk Kesehatan Warga) yang memberikan pelayanan kesehatan lebih dekat kepada masyarakat.
14. Segar Manis (Sehat Bugar Bersama Prolanis) untuk mendukung pengelolaan penyakit kronis melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).
Menurut Ida Fitriyani, ST., M.Kes, seluruh inovasi tersebut dirancang untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer yang berfokus pada pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Melalui inovasi ini, kami berharap masyarakat semakin mudah mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas,selain itu, upaya promotif dan preventif dapat berjalan lebih optimal sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat dan produktif,” tambahnya.
Dengan peluncuran 14 inovasi daerah tersebut, UPT Puskesmas Way Halim II semakin menegaskan perannya sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang terus beradaptasi dan berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Bersama Berinovasi, Kesehatan Anda Harapan Kami.” menjadi semangat yang terus diusung UPT Puskesmas Way Halim II dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera. (JML)
![]()
