MIDER ASI, Inovasi Puskesmas Segala Mider Wujudkan Generasi Sehat Melalui Dukungan Keluarga

Intisarinews.co.id – Upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi terus dilakukan UPT Puskesmas Segala Mider melalui inovasi pelayanan publik MIDER ASI (Motivasi Ibu Menyusui dengan Edukasi dan Dorongan Keluarga ASI Eksklusif),inovasi ini menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan cakupan pemberian ASI eksklusif sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kota Bandar Lampung.

MIDER ASI lahir sebagai jawaban atas berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam praktik pemberian ASI eksklusif,rendahnya pengetahuan ibu mengenai teknik menyusui yang benar, minimnya pendampingan selama masa kehamilan dan setelah persalinan, kuatnya pengaruh promosi susu formula, serta belum optimalnya dukungan keluarga menjadi faktor yang memengaruhi keberhasilan menyusui.

 

Kepala UPT Puskesmas Segala Mider menjelaskan bahwa keberhasilan pemberian ASI eksklusif bukan hanya menjadi tanggung jawab seorang ibu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh anggota keluarga,oleh karena itu, MIDER ASI mengedepankan pendekatan family centered care, yaitu melibatkan suami dan keluarga sebagai pendukung utama sejak masa kehamilan hingga bayi berusia enam bulan.

 

Melalui inovasi ini, setiap ibu hamil dan ibu menyusui mendapatkan edukasi terjadwal mengenai manfaat ASI eksklusif, teknik menyusui yang benar, perawatan payudara, hingga manajemen laktasi,tidak hanya itu, tenaga kesehatan juga memberikan konseling laktasi secara individual, melakukan kunjungan rumah bagi ibu yang mengalami kendala menyusui, serta membentuk kelompok pendukung ASI bersama kader Posyandu dan masyarakat.

 

Sebagai bentuk pelayanan yang lebih adaptif, MIDER ASI juga memanfaatkan berbagai media edukasi, mulai dari leaflet, video edukasi, media sosial, hingga grup komunikasi yang memungkinkan ibu memperoleh pendampingan secara berkelanjutan tanpa harus selalu datang ke fasilitas kesehatan,monitoring dilakukan melalui Posyandu, kunjungan rumah, serta pencatatan pada Buku KIA untuk memastikan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.

 

Inovasi ini menyasar ibu hamil trimester III, ibu nifas, ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan, suami, anggota keluarga, kader Posyandu, hingga tenaga kesehatan. Kolaborasi lintas profesi dan lintas sektor menjadi kekuatan utama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung keberhasilan menyusui.

 

Selain meningkatkan cakupan ASI eksklusif, MIDER ASI diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam menyusui, memperkuat kepercayaan diri ibu, meningkatkan keterlibatan suami dan keluarga, serta mengurangi pemberian susu formula tanpa indikasi medis. Dampak lainnya adalah meningkatnya daya tahan tubuh bayi, menurunnya risiko infeksi, diare, dan gangguan saluran pernapasan, sekaligus mendukung pencegahan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

 

Pelaksanaan MIDER ASI melibatkan dokter, bidan, nutrisionis, promotor kesehatan, kader Posyandu, pemerintah kelurahan, serta tokoh masyarakat. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan setiap kegiatan berjalan efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Dengan semangat pelayanan yang promotif, preventif, inovatif, dan berorientasi pada keluarga, UPT Puskesmas Segala Mider optimistis MIDER ASI mampu menciptakan budaya menyusui yang lebih baik di masyarakat,melalui sinergi antara tenaga kesehatan, ibu, ayah, keluarga, dan lingkungan sekitar, diharapkan semakin banyak bayi memperoleh haknya atas ASI eksklusif sehingga tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.(JML)

Loading

Related posts

Leave a Comment