Air Mati, Fasilitas Nihil Developer Perumahan Batara Satu Disorot Warga

Intisarinews.co.id — Warga Perumahan Batara Satu meluapkan kekecewaan terhadap pihak pengembang (developer) menyusul krisis air bersih yang tak kunjung terselesaikan.

Selama hampir satu bulan terakhir, distribusi air disebut tidak merata sebagian rumah masih kebagian, sementara lainnya mengalami mati total.

Salah seorang warga mengungkapkan, kondisi ini diperparah dengan respons lambat dari pihak pengelola, meskipun iuran air tetap dibayar rutin setiap bulan sebesar Rp50 ribu.

“Kami bayar rutin, tapi kalau air bermasalah seperti ini, responnya lambat. Ada yang dapat air, ada yang tidak, bahkan ada yang mati total,” keluhnya.

Saat dikonfirmasi, Misri selaku penanggung jawab dari pihak developer justru dinilai berkelit. Ia menyebut permasalahan air masih dalam tahap pengajuan pemasangan meteran dan pengerjaan baru bisa dilakukan dalam beberapa hari ke depan.

Namun, pernyataan tersebut menuai tanda tanya. Misri juga mengakui bahwa pengelolaan sebelumnya dilakukan oleh pihak lain bernama Waluyo, yang disebut tidak transparan dalam keuangan serta lalai dalam pemeliharaan.

“Awalnya dikelola Pak Waluyo, tapi tidak transparan dan pemeliharaannya tidak baik. Makanya kami ambil alih. Kami juga baru tahu minggu ini karena sebelumnya dilaporkan baik-baik saja,” ujar Misri.

Alasan tersebut tak serta-merta meredam kekecewaan warga. Mereka menilai developer lepas tangan dan terkesan baru bergerak setelah keluhan mencuat.

Tak hanya persoalan air, warga juga menyoroti minimnya fasilitas dasar di perumahan tersebut. Hingga kini, musala dan ruang terbuka hijau (RTH) belum tersedia. Kondisi jalan pun belum sepenuhnya layaksebagian masih berupa tanah merah yang berubah becek parah saat hujan.

“Kalau hujan, beceknya bukan main. Rasanya seperti keluar dari hutan,” ujar warga lainnya.

Masalah drainase juga menjadi sorotan serius. Saluran air yang belum rampung membuat aliran air hujan tak terkendali hingga menyebabkan kerusakan pada struktur bangunan warga.

“Air hujan dari atas langsung turun ke rumah kami karena siring belum dibuat semua. Pondasi rumah saya sudah dua kali jebol, yang kedua ini belum diperbaiki sama sekali,” ungkap warga.

Sejumlah warga mendesak developer segera bertanggung jawab dan menyelesaikan seluruh persoalan mendasar, mulai dari distribusi air bersih, pembangunan fasilitas umum, hingga infrastruktur jalan dan drainase.

Jika tak segera ditangani, bukan tidak mungkin persoalan ini akan berujung lebih besar dari warga yang merasa dirugikan oleh pengembang.

Loading

Related posts

Leave a Comment