PRINGSEWU (ISN) – Proses bantuan revitalisasi sekolah tahun 2026 di Kabupaten Pringsewu mulai dari Gelombang 29 sampai Gelombang 33 diduga kuat dikondisikan. Sejumlah kepala sekolah dan sumber internal menyebut konsultan perencanaan dan pengawasan hanya dikerjakan oleh satu orang dengan mengatasnamakan beberapa perusahaan konsultan. Informasi yang dihimpun, oknum yang disebut-sebut berperan dalam pengkondisian ini adalah Firman Setiadi bersama tim keluarga. Seharusnya pekerjaan konsultan dilakukan secara profesional dan sesuai kompetensi, namun di lapangan justru diduga dilakukan dengan sistem “pinjam nama”. “Di semua sekolah se-Kabupaten Pringsewu yang dapat bantuan revitalisasi, banyak kepsek yang…
![]()
