Intisarinews.co.id – Pemerintah Kota Bandar Lampung menyiapkan anggaran Rp6,3 miliar untuk mendukung 126 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang tersebar di seluruh kelurahan.
Dana tersebut diberikan sebagai modal awal, masing-masing Rp50 juta untuk setiap koperasi.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyampaikan hal tersebut saat Seminar KDMP se-Lampung di Gedung Semergou, Jumat (4/9).
Eva mengatakan, meski Bandar Lampung tidak memiliki desa secara administratif, Pemkot tetap berkomitmen menjalankan program koperasi di tingkat kelurahan.
Menurutnya, keberadaan koperasi di setiap kelurahan diharapkan mampu memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan yang menjadi agenda strategis nasional.
“Koperasi Desa Merah Putih sebagai instrumen ketahanan pangan dan merupakan program strategis nasional yang telah dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota di Indonesia dan menjadi motor penggerak perekonomian daerah,” ujar Eva.
Eva menyebut Bandar Lampung memiliki 126 kelurahan yang tersebar di 20 kecamatan. Karena itu, penguatan koperasi dinilai memiliki potensi untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.
Namun, ia menegaskan keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Lampung, dan Pemkot Bandar Lampung.
“Pemerintah Kota Bandar Lampung berkomitmen menjadikan koperasi sebagai penguat ekonomi masyarakat. Dengan kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, dan juga kota, kami siap melakukan yang terbaik,” katanya.
Eva berharap Menteri Koperasi dapat melihat langsung perkembangan koperasi di Bandar Lampung. Ia memastikan penguatan 126 koperasi akan dilakukan secara bertahap.
“Kami bertahap membangun 126 koperasi yang ada di Kota Bandar Lampung ini,” ujarnya.
Ia juga menegaskan keterbatasan wilayah administratif yang tidak memiliki desa bukan menjadi hambatan bagi Bandar Lampung untuk mendukung program tersebut.
“Walaupun kami tidak punya desa, kami siap bekerja sama dengan kabupaten setempat,” pungkasnya.
![]()
