Jakarta, (ISN) – Kemajuan teknologi membuat pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lebih mudah mengembangkan produk dan jasanya masuk ke ekosistem digital. Berdasarkan laporan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, saat ini sekitar 16% dari pelaku UMKM atau sekitar 10,2 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produknya. Dari transaksi penjualan UMKM, sebanyak 51% penjualan berasal dari kategori bahan makanan. Hal ini sejalan dengan pengalaman Ratu Cimol dari kota Banyumas, Resika Caesaria, yang mendapatkan omzet penjualan tertinggi selama 15 tahun usahanya berdiri. Resika merupakan…
![]()
